FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING BALITA 0 – 59 BULAN PADA PENDUDUK YANG MEMBAYAR MAS KAWIN DI INDONESIA

FRANS ABIDONDIFU, - (2022) FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING BALITA 0 – 59 BULAN PADA PENDUDUK YANG MEMBAYAR MAS KAWIN DI INDONESIA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
101814553009 HALAMAN I.pdf

Download (330kB)
[img] Text (BAB I)
101814553009 BAB I.pdf

Download (78kB)
[img] Text (FULL TEXT)
101814553009.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah pertumbuhan akibat kurangnya asupan gizi jangka panjang dan penyakit. Faktor budaya merupakan salah satu penyebab stunting. Mas kawin sebagai nilai budaya turut berkontribusi sebabkan kemiskinan pada rumah tangga baru karena berhutang sehingga mereka mengurangi pengeluaran rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan dan faktor risiko yang paling dominan pada penduduk yang membayar mahar di Indonesia. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik non reactive dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5 tahun 2014-2015. Populasi penelitian adalah balita 0-59 bulan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 3.899 responden. Analisis menggunakan chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil analisis bivariabel menunjukkan umur (p=0,012), jenis kelamin (p=0,665), pendidikan ayah (p=0,000), pendidikan ibu (p=0,000), pekerjaan ayah (p=0,000), jumlah anggota rumah tangga (p=0,000), jumlah anak < 5 tahun (p=0,000), urutan kelahiran anak (p=0,000), pendapatan rumah tangga (p=0,000), wilayah tempat tinggal (p=0,000), mas kawin (p=0,036), suku (p=0,000), region (p=0,000), riwayat penyakit infeksi (p=0,000), frekuensi makan rumah tangga (p=0,000), pengeluaran pangan rumah tangga (p=0,000), dan pengeluaran jenis makanan protein (p=0,175). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan faktor risiko stunting yang paling dominan pada balita stunting 0-59 bulan pada penduduk yang membayar mahar di Indonesia berdasarkan data IFLS 5 adalah wilayah tempat tinggal perdesaan (OR=1,47; 95% CI 195% CI 1,28-1,70; p=0,000). Kesimpulan: Faktor risiko paling dominan berpengaruh terhadap kejadian stunting balita 0-59 bulan pada penduduk yang bayar mas kawin di Indonesia berdasarkan data IFLS 5 adalah wilayah tempat tinggal. Perlu penyuluhan tentang faktor risiko stunting dan dampaknya bagi remaja putri, wanita muda dan ibu rumah tangga.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK T.FKM.E 01 - 23 Fra f
Uncontrolled Keywords: Budaya, Mas kawin, Kemiskinan, Stunting
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA440-440.87 Study and teaching. Research
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA648.5-767 Epidemics. Epidemiology. Quarantine. Disinfection
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Epidemiologi
Creators:
CreatorsNIM
FRANS ABIDONDIFU, -NIM101814553009
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorANNIS CATUR ADI, -NIP196903011994121001
Thesis advisorHARI BASUKI NOTOBROTO, -NIP196506251992031002
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 18 Jun 2026 02:17
Last Modified: 18 Jun 2026 02:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142614
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item