ABDUL RAHMAN BAHMID, - (2022) Hubungan Mutasi Mycobacterium Tuberculosis Terkait Resistensi Rifampicin Dan Isoniazid Dengan Gradasi Bakteri Tahan Asam Pada Pasien Tb Multidrug Resistance. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
011718096306-HAL JUDUL.pdf Download (337kB) |
|
|
Text (BAB 1)
011718096306-BAB 1.pdf Download (48kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011718096306.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang Tuberkulosis Multi-drug resistance (TB-MDR) masih merupakan masalah Kesehatan global. Resisten rifampicin (RR) disebabkan oleh mutasi pada gen rpoB, sedangkan resisten INH disebabkan oleh mutasi pada katG atau inhA. Fitness didefinisikan sebagai kemampuan pathogen untuk bertahan hidup, replikasi dan transmisinya. Fitness strain resisten obat merupakan salah satu faktor penentu penyebaran TB-MDR/RR. Untuk memperkirakan fitness strain TB resiston obat kami menilai gradasi BTA pada pasien TB-MDR kasus baru maupun riwayat pengobatan. Penilaian gradasi BTA merupakan metode signifikan untuk memperkirakan risiko penularan. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi Cross Sectional. Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya sejak bulan November 2021 sampai dengan bulan Maret 2022. Untuk menilai mutasi genetic dilakukan melalui pemeriksaan molekuler dengan Line Probe Assay (GenoscholarTMNTM+MDR TB II, NIPRO Japan), pemeriksaan mikroskopik BTA dengan pengecatan Ziehl Neelsen. Analisis hubungan gen resistensi dengan gradasi BTA dengan menggunakan chi square dan Fischer’s exact. Hasil Subjek berjumlah 33 pasien, terdiri dari 16 pasien TB-MDR/RR kasus baru dan 17 pasien TB-MDR/RR riwayat pengobatan. Pola mutasi menunjukkan pasien TB-MDR/RR kasus baru lebih banyak mengalami mutasi rpoB saja sedangkan pasien riwayat pengobatan lebih banyak mengalami mutasi ganda rpoB+katG/inhA. Gradasi BTA tinggi memiliki hubungan signifikan dengan pasien TB-MDR riwayat pengobatan. Gradasi BTA rendah untuk mutasi gen rpoB sebanyak 57,14% sedangkan mutasi rpoB+katG/inhA sebanyak 42,86%. Gradasi BTA tinggi untuk mutasi gen rpoB sebanyak 47,37% dan untuk mutasi rpoB+katG/inhA sebanyak 52,63% Kesimpulan Tidak terdapat hubungan antara mutasi Mycobacterium tuberculosis resistensi rifampicin dan INH dengan gradasi BTA.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.PKR 02 - 23 Abd h | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | TB-MDR/RR, rpoB, inhA, katG, BTA | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RB Pathology |
|||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Paru | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | |||||||||
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 06:49 | |||||||||
| Last Modified: | 18 Jun 2026 06:49 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142646 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


