DINDA TRISAKTI WAHYUNINGTYA (2022) Efektivitas Terapi Fotobiomodulasi Laser Merah 650 nm Terhadap Proses Penyembuhan Pada Pasien Pasca Kuretase. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
082015053004_HALAMAN JUDUL.pdf Download (680kB) |
|
|
Text (BAB I)
082015053004_BAB I.pdf Download (485kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
082015053004_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
LATAR BELAKANG – Proses penyembuhan pasca kuretase mulai berlangsung lebih kurang terjadi antara hari kedua sampai kelima pasca terapi kuretase. Apabila pada prosesnya tersebut terjadi infeksi bakteri, maka proses yang terjadi akan mengalami pemanjangan aau bahkan tidak berlangsung. Oleh sebab itu diperlukanlah suatu mekanisme terapi untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Terapi fotobiomodulasi adalah salah satu modalitas terbaru dalam proses percepatan penyembuhan luka yang telah mendapatkan perhatian besar dalam beberapa tahun terakhir. TUJUAN – Menganalisa efek terapi fotobiomodulasi laser dioda panjang gelombang 650 nm yang memepengaruhi percepatan penyembuhan luka pada pasien pasca kuretase. METODE – Dalam penelitian ini terdapat 60 subjek telah dirandomisasi yang kemudian dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok terapi, 30 kelompok terapi dan 30 kelompok kontrol, dimana pada kelompok terapi dilakukan terapi fotobiomodulasi dengan laser merah 650 nm selama 60 detik dan diberikan dosis penyinaran sebesar 3,5 J??cm?^2 . Terapi ini dilakukan dengan penyinaran tegak lurus terhadap daerah yang luka setelah dilakukan tindakan ekstraksi. Terapi Fotobiomodulasi dengan laser merah 650 nm dilakukan pada hari ke-0 setelah dilakukan tindakan ekstraksi, hari ke-3, dan hari ke-5. Sampel yang digunakan yaitu saliva. Kemudian saliva dikumpulkan sebanyak ± 15 ml. Pada penelitian ini digunakan sumber sahaya laser merah Panjang gelombang 650 nm dengan daya 3,332±0,01 mW yang dipaparkan pada pasien dengan indikasi kuretase untuk melihat pengaruhnya pada proses percepatan penyembuhan luka. Parameter yang diamati adalah kadar PGE2, IL-1?, HBD-2, dan nilai Gigival Index yang dibandingkan dengan kelompok pasien terindikasi kurtase yang hanya diberikan terapi antiseptic dan antibiotik. HASIL DAN KESIMPULAN – Berdasarkan hasil uji statistik menemukan adanyaa pebedaan waktu penyembuhan luka pasca kuretase pada pasien yang diberikan terapi fotobiomodulasi dengan pasien yang tidak diberikan terapi fotobiomodulasi dengan nilai probabilitas (p-value) adalah < 0,05 pada tiap pengujian mediator pro inflamasi (IL-1?, PGE2, dan hB-2) dan penelian gingival indeks. P value kurang dari 0,05 menyatakan hasil signifikan secara statistik. Dari nilai tersebut menunjukkan bahwa ada bukti kuat terhadap hipotesis nol. Oleh karena itu, peneliti menolak hipotesis alternatif, dan menerima hipotesis nol. Bahwa pada hipotesis nol adalah proses penyembuhan luka pasien pasca kuretase yang diberikan laser diode 650 nm lebih cepat dibandingkan dengan pasien yang tidak diberikan terapi laser.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK T.FST.TB 04 - 23 Din e | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Post curettage wound healing, 650nm Red Laser, Photobiomodulation, pro-inflammatory mediators, gingival index | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) > R856-857 Biomedical engineering. Electronics. Instrumentation R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine |
|||||||||
| Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Tekno Biomedik | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 04:26 | |||||||||
| Last Modified: | 19 Jun 2026 04:26 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142733 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


