Dyah Wulan Sari, - (2022) Tantangan Perekonomian Global Terhadap Industri Minyak Kelapa Indonesia. [Pidato Guru Besar] (Unpublished)
|
Text (Pidato Guru Besar)
40. 14.41.PGB.FEB Gubes Dyah.pdf Download (2MB) |
Abstract
Pandemi Covid-19 yang kemudian diikuti oleh krisis energi telah menyebabkan keterpurukan perekonomian dunia yang pada akhirnya juga berimbas pada perekonomian Indonesia. Tingginya harga minyak mentah dan gas di pasar internasional akibat krisis energi telah menghambat laju pemulihan ekonomi secara global. Kenaikan harga minyak mentah dunia membuat penggunaan biodiesel sebagai alternatif energi menjadi semakin kompetitif. Minyak kelapa sawit merupakan bahan dasar pembuatan biodiesel dan merupakan energi yang ramah lingkungan. Namun, kebutuhan minyak kelapa sawit dunia belum dimanfaatkan secara penuh oleh industri minyak kelapa sawit Indonesia. Untuk itu, kebutuhan pasar yang besar terhadap minyak kelapa sawit membuka peluang dan tantangan bagi Indonesia untuk terus meningkatkan produksi dan dan memenuhi kebutuhan pasar internasional. Kenaikan produksi minyak kelapa sawit yang diikuti dengan pembukaan lahan baru atau peningkatan faktor produksi tentu akan membawa dampak akan pengurangan areal dan kerusakan hutan alam. Jutaan hektar areal hutan konversi berubah menjadi lahan terlantar berupa semak belukar dan lahan kritis baru. Akibat perluasan lahan perkebunan sawit ini bisa dipastikan Indonesia mendapat ancaman hilangnya keanekaragaman hayati dari ekosistem hutan hujan tropis. Untuk itu, pengelolaan lahan perkebunan kelapa sawit maupun peningkatan produksi minyak kelapa sawit perlu dilakukan secara efisien. Perhitungan efisiensi penggunaan lahan dengan metode SFA dan efisiensi produksi serta efisiensi skala dengan metode DEA telah dilakukan. Hasilnya menunjukkan bahwa masih bahwa jumlah usaha perkebunan yang dapat memanfaatkan lahannya secara optimal sangat sedikit, rata-rata skor efisiensi penggunaan lahan di setiap provinsi di Indonesia relatif sama. Pemanfaatan lahan oleh rumah tangga usaha perkebunan kelapa sawit masih bisa ditingkatkan. Hasil perhitungan efisiensi produksi dan efisiensi skala dalam mengelola minyak kelapa sawit dengan metode DEA menunjukkan bahwa masih banyak perusahaan minyak kelapa sawit baik CPO maupun PKO yang belum mengoptimalkan produksinya. Ini menunjukkan ada potensi yang besar bagi perusahaan-perusahaan minyak kelapa sawit untuk melakukan efisiensi produksi atau efisiensi skala sehingga bisa meningkatkan outputnya secara maksimal tanpa harus menambahkan input baru. Untuk memenuhi tingginya kebutuhan minyak kelapa sawit dunia maka peningkatan produksi minyak kelapa sawit dapat dilakukan dengan penggunaan faktor input yang lebih efisien, optimalisasi skala produksi melalui peningkatan keterampilan dan kualitas pekerja serta
| Item Type: | Pidato Guru Besar | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perekonomian global, minyak kelapa sawit, industri | ||||
| Subjects: | H Social Sciences > HC Economic History and Conditions | ||||
| Divisions: | Pidato Guru Besar > 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Ny Wahyuni - | ||||
| Date Deposited: | 20 Jun 2026 07:31 | ||||
| Last Modified: | 20 Jun 2026 07:31 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142772 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


