Efektivitas Terapi Fotodinamik Dan Ozon Untuk Penyembuhan Luka Terinfeksi Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus Pada Mencit

WAHYU INTAN PERTIWI (2022) Efektivitas Terapi Fotodinamik Dan Ozon Untuk Penyembuhan Luka Terinfeksi Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus Pada Mencit. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
081925053002_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
081925053002_BAB I.pdf

Download (630kB)
[img] Text (FULLTEXT)
081925053002_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

LATAR BELAKANG – Luka merupakan perubahan kontinuitas jaringan secara seluler dan anatomi, yang dapat terjadi pada kulit ataupun mukosa dan berespons pada proses penyembuhan luka. Dalam proses penyembuhan luka terdiri dari 3 fase, yaitu : fase inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Pemanfaatan tanaman tradisonal merupakan salah satu tujuan untuk mengurangi efek samping dari obat-obatan kimia. Berdasarkan data dari American Professional Wound Care Assosiation (APWCA) pada tahun 2009 menyebutkan bahwa jumlah untuk luka bedah sekitar 110,30 juta kasus. Efek antibakteri dari kurkumin dapat ditingkatkan dengan menggunakan terapi fotodinamik (PDT). Mekanisme kerja dari PDT ini sendiri dapat merusak membran gram positif sehingga terjadinya interaksi langsung antara senyawa kurkumin dengan protein pada kanal dan fosfolipid pada dinding, sehingga keluar masuknya ion tidak lagi menjadi semi permeable, yang dapat menyebabkan ion masuk semua ke dalam sel dan membuat lisis sel (Dai,2011). TUJUAN – Mengetahui efektivitas penyembuhan luka menggunakan terapi laser merah (650 nm), laser biru (405 nm) dengan fotosensitizer ekstrak kurkumin, terapi ozon, dan kombinasi ozon dengan laser merah (650 nm), laser biru (405 nm). METODE – Pada penelitian ini terdapat 112 subjek telah dirandomisasi yang kemudian dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok terapi. Kelompok perlakuan 5 macam pemberian terapi dan kelompok kontrol sebanyak 2 macam pemberian terapi, dimana pada kelompok terapi dilakukan terapi laser merah, laser biru selama 60 detik dan terapi ozon selama 30 detik, dan juga terapi kombinasi laser merah & ozon, dan terapi kombinasi laser biru & ozon diberikan dosis penyinaran sebesar 3.5 J/cm2. Terapi ini dilakukan dengan penyinaran tegak lurus terhadap daerah yang luka setelah dilakukan tindakan perawatan luka sayat. Sampel yang digunakan yaitu mencit. Untuk melihat pengaruhnya pada proses percepatan penyembuhan luka uji histopatologi, koloni bakteri, limfosit dan monosit, dan pengukuran panjang luka HASIL DAN KESIMPULAN – Hasil pengamatan diketahui bahwa proses penyembuhan luka yang mendapatkan perlakuan terapi laser merah, laser biru selama 60 detik dan terapi ozon , dan juga terapi kombinasi laser merah & ozon, dan terapi kombinasi laser biru & ozon paparan didapatkan hasil yang baik hampir semua memiliki nilai signifikansi beda bermakna dibandingkan kelompok kontrol, yang berarti kelompok kontrol yang menggunakan laser merah, laser biru, ozon dan terapi kombinasi nya memiliki efektivitas terhadap penyembuhan luka yang di tinjau dari variabel uji histopatologi, uji limfosit, monosit, koloni bakteri, dan pengukuran panjang luka.Sedangkan untuk hasil yang paling efektif dalam penyembuhan luka menggunakan terapi laser biru yang di kombinasikan dengan ozon merupakan terapi paling efektif dalam penyembuhan luka sayat yangterinfeksi, di buktikan dengan uji One way Anova yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc terlihat dari hasil signifikan ?=0,05. Ditinjau dari haasil grafik rerata dari hasil terapi kombinasi laser biru dan ozon yang paling baik dibandingkan perlakuan yang lainnya ditinjau juga dari variabel uji histopatologi, uji limfosit, monosit, koloni bakteri, dan pengukuran panjang luka.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK T.FST.TB 05 - 23 Wah e
Uncontrolled Keywords: MRSA infected wound healing, 650nm red laser, blue laser (405nm), ozone therapy, histopathological test, bacterial colony, lymphocytes and monocytes, and measurement of wound length.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R856-857 Biomedical engineering. Electronics. Instrumentation
R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Tekno Biomedik
Creators:
CreatorsNIM
WAHYU INTAN PERTIWINIM081925053002
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSRI PUJI ASTUTI WAHYUNINGSIHNIDN196602211992032001
Thesis advisorSURYANI DYAH ASTUTINIDN196908041994122001
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 22 Jun 2026 02:38
Last Modified: 22 Jun 2026 02:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142788
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item