Intan Palupi Andaruning Widyawati, - (2022) Keputusan Tiongkok Melarang Produk Kultur Korea Selatan Sebagai Respon Atas Thaad. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071711233085_HALAMAN JUDUL.pdf Download (960kB) |
|
|
Text (BAB I)
071711233085_BAB I.pdf Download (912kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071711233085_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Korea Selatan dan Amerika Serikat pada 8 Juli 2016 secara resmi menyepakati penempatan THAAD di wilayah Korea Selatan. Tujuan ditempatkannya sistem pertahanan anti-rudal ini tak lain sebagai upaya perlindungan Korea Selatan dari serangan misil Korea Utara. Keputusan ini diambil setelah Korea Utara melangsungkan uji coba nuklir keempatnya di awal tahun 2016. Tiongkok menolak dengan tegas keputusan Korea Selatan tersebut dengan menyampaikan bahwa keberadaan sistem THAAD justru akan mengancam kepentingan keamanan negaranya dan stabilitas kawasan. Tiongkok kemudian memutuskan untuk melakukan koersi berupa pelarangan pada sektor produk kultur terhadap Korea Selatan. Penelitian ini kemudian berupaya untuk menjelaskan mengapa Tiongkok memutuskan untuk memilih pelarangan produk kultur sebagai respon atas kasus THAAD terhadap Korea Selatan. Penelitian ini menggunakan pertimbangan cost dan benefit, berdasarkan kerangka “Cost Balancing Theory” sebagai dasar pemikiran suatu negara untuk melakukan koersi terhadap negara lain. Bahwa keputusan Tiongkok untuk melangsungkan koersi berupa pelarangan produk kultur Korea Selatan adalah karena tingginya benefit berupa kebutuhan untuk membangun reputasi sebagai menunjukkan keseriusan, serta rendahnya cost berupa risiko kerugian ekonomi. Pilihan bentuk koersi non-militer menjadi pilihan karena kondisi geopolitik menunjukkan tingginya risiko peluang terjadinya geopolitical backlash.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.HI.13/22 Int k | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tiongkok, Korea Selatan, THAAD, Larangan Produk Kultur, Cost Balancing Theory. | ||||||
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 03:14 | ||||||
| Last Modified: | 22 Jun 2026 03:14 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142802 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


