Muhammad Izzul Haq, - (2022) Motif Perubahan Kebijakan Luar Negeri China Dalam Pemberian Bantuan Luar Negeri Terhadap Venezuela Di Tahun 2018. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071711233099_HALAMAN JUDUL.pdf Download (696kB) |
|
|
Text (BAB I)
071711233099_BAB I.pdf Download (159kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071711233099_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
China menjadi salah satu negara dengan kekayaan terbesar di dunia, hal ini sejalan dengan tujuan China dalam meningkatkan kebijakan luar negrinya. Kebijakan luar negri ini nantinya akan bertujuan untuk mempertahankan pembangunan ekonomi negara tersebut. Salah satu kebijakan luar negri yang dijalankan China yakni kebijakan bantuan luar negri. Bantuan luar negri yang dicanangkan oleh China digunakan untuk memenuhi kebutuhan politik dan ekonomi dari negara yang menerima bantuan. Beberapa kawasan yang menjadi perhatian China dalam memberikan bantuan luar negri yakni Amerika Latin, Afrika, Pasifik dan Asia. Dalam memberikan bantuan luar negri, terdapat dua jalur yang dibentuk China yakni Official Development Asisstance (ODA) yang ditujukan kepada negara-negara yang berpenghasilan rendah dan Other Official Flows (OOF) untuk negara-negara yang berpenghasilan tinggi. Salah satu negara yang menerima bantuan luar negri China lewat jalur ODA yakni Venezuela. China dan Venezuela sudah menjalin kerjasama sejak tahun 1999. China mengawali pemberian bantuan luar negrinya terhadap Venezuela dikarenakan adanya permasalahan ekonomi yang membuat Venezuela mengalami kerugian drastis. Penyebab terjadinya permasalahan ekonomi Venezuela dikarenakan kurang baiknya pengelolaan industri minyak dan ketidakstabilan variabel ekonomi lainnya. Namun pada tahun 2016, bantuan luar negri China terhadap Venezuela sempat terhenti dikarenakan turunnya kembali harga minyak internasional pada tahun tersebut. Alasan lainnya dikarenakan China tidak ingin memberikan dana hutan dan tidak ada kepastian Venezuela membayar hutang-hutang negara. Kemudian hubungan kerjasama China dan Venezuela kembali terjalin pada tahun 2018 yang ditandai dengan kunjungan Nicolas Maduro. Presiden Venezuela secara langsung meminta bantuan dalam menghadapi kriris negaranya yang kemudian direspon baik oleh China dengan memberikan banuan pasokan dana untuk Venezuela. Hal ini kemudian memberikan pertanyaan mengapa China kembali memberikan bantuan luar negri terhadap Venezuela tahun 2018 sedangkan tahun 2016 sempat terhenti. Penulis mencoba mengelaborasikan dengan konsep stabilitas hegemonik dengan pendekatan pembentukan OBOR, global supply dan pengamanan pasokan energi. Dari hasil analisi tersebut penulis berasumsi bahwa kesediaan China memberikan bantuan luar negri kembali kepada Venezuela dikarenakan berupaya untuk menjaga keamanan pasokan energi yang didapat dari Venezuela melalui aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan keandalan
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.HI.17/22 Muh m | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | China, Venezuela, Bantuan Luar Negri | ||||||
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 02:49 | ||||||
| Last Modified: | 23 Jun 2026 02:50 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142873 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


