Chompions, - (2022) Pertimbangan Korea Selatan Untuk Mempertahankan Teknologi 5G Huawei Dalam Jaringan LG Uplus. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071811233011_HALAMAN JUDUL.pdf Download (576kB) |
|
|
Text (BAB I)
071811233011_BAB I.pdf Download (143kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811233011_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (905kB) | Request a copy |
Abstract
Teknologi 5G adalah teknologi seluler nirkabel generasi selanjutnya yang menyediakan kecepatan data dan kapabilitas komputasi yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya, inovasi teknologi ini semakin banyak digunakan dalam sistem digital kontemporer. Huawei merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan solusi komersial untuk pendirian infrastruktur 5G dengan berbagai keuntungan dari segi teknologi maupun biaya. Perusahaan telekomunikasi Korea Selatan LG Uplus kemudian memutuskan untuk mengambil penawaran dari Huawei, namun peluncuran jaringan 5G tersebut menghadapi kendala karena Huawei semakin banyak mendapat tuduhan seputar risiko keamanan. Menghadapi risiko ini, AS menekan Korea Selatan untuk menghentikan peralatan Huawei dalam infrastruktur LG Uplus melalui inisiatif Jaringan Bersih, namun Korea Selatan tidak memenuhi permintaan tersebut. Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan mengapa Korea Selatan tidak bergabung dalam inisiatif Jaringan Bersih serta tidak menonaktifkan peralatan Huawei dalam jaringan 5G LG Uplus pasca diperingatkan oleh AS terkait risiko keamanan yang dapat ditimbulkan peralatan Huawei. Penulis membawa penelitian ini melalui analisis hubungan Korea Selatan dengan Tiongkok dan AS, menurut argumentasinya diketahui bahwa Korea Selatan menjalankan kebijakannya karena Tiongkok mempengaruhi keputusan Korea Selatan melalui ancaman koersi ekonomi dan AS menghadirkan inisiatif Jaringan Bersih sekedar sebagai kesepakatan yang dianjurkan atau bukan merupakan kewajiban. Diketahui pula bahwa Korea Selatan telah memenuhi kepentingan Tiongkok dan AS dengan mematuhi persyaratan keamanan jaringan dasar AS dan menghindari kepesertaan dalam inisiatif Jaringan Bersih untuk meneruskan perdagangan teknologi antara Korea Selatan dengan perusahaan Tiongkok.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.HI.29/22 Cho p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Jaringan 5G, Huawei, LG Uplus, Inisiatif Jaringan Bersih, Korea Selatan, AS, Tiongkok | ||||||
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 02:41 | ||||||
| Last Modified: | 25 Jun 2026 02:41 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143058 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


