Intang Arifia Nur Hikmah, - (2022) Pengaruh Idiosinkratik Paus Fransiskus Terhadap Eskalasi Diplomasi Tahta Suci Vatikan Di Kawasan Timur Tengah. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071811233035_HALAMAN JUDUL.pdf Download (225kB) |
|
|
Text (BAB I)
071811233035_BAB I.pdf Download (252kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811233035_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (660kB) | Request a copy |
Abstract
Tahta Suci Vatikan telah lama dikenal sebagai salah satu subyek hukum internasional. Mendapat kedaulatan negara melalui Perjanjian Lateran 1929, Vatikan memiliki hak untuk membangun hubungan diplomatik dengan negara lain. Hal tersebut yang kemudian digunakan oleh kepala negara Vatikan Paus Fransiskus untuk melaksanakan tujuan diplomasi Vatikan yang mengarah pada soft diplomacy berdasar isu-isu sosial-kemanusiaan. Dalam praktiknya, diplomasi Tahta Suci Vatikan ternyata semakin mengalami eskalasi, khususnya di kawasan Timur Tengah pasca Paus Fransiskus menjabat sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik sekaligus kepala negara Vatikan. Asumsi ini dibuktikan melalui beberapa aktivitas diplomasi Vatikan serta sikap Paus Fransiskus yang tegas terhadap isu-isu sosial kemanusiaan yang ada di Timur Tengah. Aktivitas diplomasi Vatikan yang dikomandoi Paus Fransiskus itupun disambut dengan berbagai bentuk respon, seperti apresiasi akan diplomasi bernada toleransi dan persaudaraan hingga protes dari negara Israel. Berbagai bentuk respon tersebut juga menggambarkan, bahwa tengah terjadi eskalasi diplomasi Tahta Suci Vatikan yang dahulu sempat mengalami penurunan intensitas akibat aturan normative yang mengikat. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana idiosinkratik Paus Fransiskus berpengaruh terhadap karakter serta timbulnya eskalasi diplomasi Vatikan di kawasan Timur Tengah. Peneliti pun akan mengambil sudut pandang kerangka teoretik idiosinkratik yang menjelaskan karakteristik individu seorang pemimpin dalam mengambil keputusan. Kerangka tersebut juga diikuti dengan bukti-bukti pola perubahan arah diplomasi serta peningkatan aktivitas diplomasi agama maupun politik Vatikan di kawasan Timur Tengah. Penulis menggunakan teori ini untuk menjelaskan perilaku kebijakan luar negeri dengan menggunakan karakteristik individu para pemimpin politik. Sehingga, melalui analisis dan kerangka teori bertahap, dapat ditemukan pemahaman akan bagaimana pengaruh karakter individu, dalam hal ini Paus Fransiskus selaku kepala negara, terhadap eskalasi aktivitas diplomastik suatu negara.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.HI.38/22 Int p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Idiosinkratik, Paus Fransiskus, Eskalasi, Diplomasi Tahta Suci Vatikan, Timur Tengah | ||||||
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ1305-2060 Scope of international relations. Political theory. Diplomacy | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 02:44 | ||||||
| Last Modified: | 26 Jun 2026 02:44 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143105 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


