Mochamad Lazuardi Alwi, - (2022) Diplomasi Air Sebagai Strategi Tiongkok Dalam Meningkatkan Soft Power Di Sungai Mekong Melalui Pembentukan Lancang Mekong Cooperation (LMC). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071811233037_HALAMAN JUDUL.pdf Download (262kB) |
|
|
Text (BAB I)
071811233037_BAB I.pdf Download (238kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811233037_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (711kB) | Request a copy |
Abstract
Sungai Mekong merupakan sungai terpanjang di Asia Tenggara dan terpanjang ke-12 di dunia, menjadikannya sebagai sumber penghidupan bagi beberapa negara yang dilewati sungai tersebut yaitu Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Myanmar dan Tiongkok. Salah satu pemanfaatan dari Sungai Mekong ialah digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta digunakan sebagai irigasi skala besar. Sebagai negara hulu, Tiongkok ingin memanfaatkan potensi Sungai Mekong salah satunya dengan membangun proyek hydropower berupa bendungan. Namun selama bertahun-tahun Tiongkok bersikap sebagai Hidro-hegemon negatif di mana proyek yang dibangun mendapat banyak kritikan karena dianggap berdampak pada menurunnya kualitas Sungai Mekong serta menimbulkan kerugian terhadap negara-negara riparian yang lain. Hal tersebut kemudian mengundang negara non-riparian untuk terlibat di Subregional Mekong, salah satunya melalui institusi yang ada seperti Mekong River Comission (MRC) dan Greater Mekong Subregion (GMS). Negara riparian hilir juga menaruh harapan mereka pada keterlibatan negara non-riparian untuk mengurangi ketergantungan pada Tiongkok khusunya terkait pasokan air. Hal tersebut kemudian berdampak buruk pada hubungan antara Tiongkok dan negara riparian yang lain dan menyebabkan Tiongkok memiliki soft power yang lemah. Dalam penelitian ini, penulis membahas mengenai bagaimana strategi Tiongkok dalam meningkatkan soft power-nya di Subregional Mekong. Melalui kerangka diplomasi air dan hydro-hegemony, penulis berargumen bahwa Tiongkok meningkatkan soft power-nya dengan menerapkan diplomasi air yang mengarah ke hidro-hegemoni positif dengan mengintegrasikan negara riparian ke dalam LMC.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.HI.43/22 Moc d | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Diplomasi air, hydro-hegemony, LMC, riparian, soft power, sub-region Mekong, Tiongkok | ||||||
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 03:30 | ||||||
| Last Modified: | 26 Jun 2026 03:30 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143114 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


