Alya Mutiara Azzahra (2022) Insiden Rekurensi Abnormal Scar Pasca Revisi dengan Penanganan Bedah di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Tahun 2018—2020. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011911133238_HALAMAN JUDUL.pdf Download (3MB) |
|
|
Text (BAB I)
011911133238_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011911133238_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Luka akan membuat tanda bekas yang sering disebut sebagai parut atau scar. Meskipun sudah dilakukan tindakan eksisi pada parut abnormal, rekurensi juga dapat terjadi dan sering timbul menjadi lebih besar daripada sebelumnya karena angka rekurensi setelah eksisi sekitar 45%-100% sehingga eksisi dengan terapi tambahan atau kombinasi harus dipertimbangkan. Tujuan: Data kejadian spesifik tentang rekurensi keloid dan skar hipertrofik jarang ditemukan di Indonesia. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian dengan mengkaji beberapa parameter, bertujuan untuk mengetahui insiden rekurensi terjadinya parut abnormal di RSUD Dr. Soetomo periode 2018—2020 setelah revisi skar dengan pembedahan. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif yang mengevaluasi 16 pasien yang dirawat karena parut abnormal setelah eksisi dari tahun 2018 hingga 2020 di Departemen Bedah Plastik, Rekonstruksi & Estetik RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Hasil: Keenam belas kasus memiliki usia yang sangat variatif dengan jumlah paling tinggi di golongan usia remaja akhir (31%). Komparasi pasien pria (56%) dan wanita (44%). Distribusi pasien rekurensi parut abnormal berdasarkan jenis parut abnormal didapatkan 11 dari 16 pasien (69%) mengalami keloid dan sisanya mengalami parut hipertrofik dengan total pasien 5 (31%) dengan lebih banyak di regio auricula (38%). Strategi terapi lebih besar persentasenya oleh eksisi saja (50%) dan diikuti oleh eksisi dengan injeksi steroid (31%). Kesimpulan: Pasien dengan rekurensi parut abnormal lebih banyak pasien berjenis kelamin laki-laki dan mempunyai mean age atau rata-rata 29.6 dan lebih banyak rentang usia remaja akhir. Ditemukan lebih banyak jenis parut abnormal keloid dan angka insiden rekurensi sebanyak satu kali terdapat 11 kasus dan lebih dari satu kali terdapat 5 kasus. Terapi yang paling banyak dipilih sebagai terapi kombinasi adalah injeksi triamcinolone acetonide.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D 74 - 23 Aly i | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Recurrence, Keloid, Hypertrophic Scar, Excision, Scar Revision | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RD Surgery > RD92-97.8 Emergency surgery. Wounds and injuries | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 03:41 | |||||||||
| Last Modified: | 30 Jun 2026 03:41 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143252 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


