PENINGKATAN AKURASI PEMILIHAN BIBIT UNGGUL PADA TERNAK SAPI POTONG MADURA DENGAN METODE RFLP (RESTRICTION FRAGMENT LENGTH POLYMORPHISMS) UNTUK MENGATASI GANGGUAN HIPOFUNGSI OVARIUM

Budi Utomo, Prof. Dr., drh., M.Si. (2022) PENINGKATAN AKURASI PEMILIHAN BIBIT UNGGUL PADA TERNAK SAPI POTONG MADURA DENGAN METODE RFLP (RESTRICTION FRAGMENT LENGTH POLYMORPHISMS) UNTUK MENGATASI GANGGUAN HIPOFUNGSI OVARIUM. [Pidato Guru Besar] (Unpublished)

[img] Text (PIDATO GURU BESAR)
127. 07.35.PGB.FKH Gubes Budi_arsip.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Sapi madura merupakan salah satu jenis sapi lokal Indonesia yang berkembang di pulau Madura serta pulau-pulau sekitarnya. Secara morfologi, sapi Madura memiliki karakter hampir sama dengan sapi Bali kecuali ukuran tubuh dan tanduknya yang lebih kecil. Warna kulit pada sapi Madura jantan dan betina lebih coklat dari sapi Bali, kaki bagian bawah sampai lutut. Selain itu, sapi madura lebih tahan terhadap cuaca panas, efisien terhadap makanan, memiliki kualitas daging yang baik, dan lebih resisten terhadap parasit. Usaha peternakan di Indonesia sampai saat ini masih menghadapi banyak kendala, yang mengakibatkan produktivitas ternak masih rendah. Salah satu kendala tersebut adalah masih banyaknya gangguan reproduksi menuju kemajiran pada ternak betina. Akibatnya, efisiensi reproduksi akan menjadi rendah dan kelambanan perkembangan populasi ternak. Gangguan reproduksi yang sering terjadi yaitu hipofungsi ovarium. Hipofungsi ovarium adalah suatu kejadian di mana ovarium mengalami penurunan fungsinya sehingga tidak terjadi perkembangan folikel dan tidak terjadi ovulasi. Anestrus akibat hipofungsi ovari sering berhubungan dengan gagalnya sel-sel folikel merespon rangsangan hormonal, adanya perubahan kuantitas maupun kualitas sekresi hormonal, menurunnya rangsangan yang berhubungan dengan fungsi hipotalamus-pituitaria-ovarium yang akan menyebabkan menurunnya sekresi gonadotropin, sehingga tidak ada aktivitas ovarium setelah melahirkan. Kekurangan nutrisi akan mempengaruhi fungsi hipofise anterior sehingga produksi dan sekresi Follicle Stimulating Hormon (FSH) dan Luteinizing Hormon (LH) rendah, yang menyebabkan ovarium tidak berkembang atau mengalami hipofungsi.

Item Type: Pidato Guru Besar
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF191-275 Cattle
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsNIM
Budi Utomo, Prof. Dr., drh., M.Si.UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
UNSPECIFIED-, -UNSPECIFIED
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 30 Jun 2026 07:05
Last Modified: 30 Jun 2026 07:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143285
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item