Rida Fadila Yusuf (2022) Nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) & Minimum Bactericidal Concentration (MBC) Teh Hijau (Camellia sinensis) sebagai Antibakteri Streptococcus gordonii (Penelitian In Vitro). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021911133188_HALAMAN JUDUL.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (BAB I)
021911133188_BAB I.pdf Download (114kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021911133188_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Latar Belakang: Banyak anak di Indonesia memiliki masalah kesehatan gigi. Salah satunya adalah karies gigi. Berdasarkan data Riskesdas 2018, disebutkan hanya sekitar 13% anak di Indonesia yang bebas dari masalah karies, baik karies gigi maupun karies akar. Salah satu bakteri yang berperan penting dalam pembentukan awal plak gigi sehingga menjadi karies adalah Streptococcus gordonii. Pengobatan konvensional dinilai memiliki efek samping yang serius, oleh karena itu diperlukan inovasi pengobatan berbasis herbal, salah satunya adalah teh hijau (Camellia sinensis). Senyawa teh hijau yang mengandung flavonoid dianggap memiliki sifat antibakteri melalui penghambatan sintesis asam nukleat dan energi bakteri dan polifenol, yang juga mengandung katekin, memiliki kemampuan untuk meningkatkan pH saliva dan menghambat aktivitas bakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efek antibakteri teh hijau terhadap bakteri Streptococcus gordonii. Metode: Penelitian ini menggunakan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC) ekstrak teh hijau terhadap Streptococcus gordonii yang dibuat dengan pengenceran serial dengan konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,13 %, 1,56%, dan 0,78% pada medium BHIB dan diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Kemudian dilakukan penghitungan koloni pada media TSA. Analisis data menggunakan nilai rata-rata jumlah koloni dari masing-masing kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kemudian, pertumbuhan bakteri Streptococcus gordonii yang menunjukkan 90% dari kontrol negatif, ditetapkan sebagai nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan kematian Streptococcus gordonii yang menunjukkan 99,9% dibandingkan dengan kontrol negatif yang ditetapkan sebagai Minimum Bactericidal Concentration (MBC). Kesimpulan: Ekstrak teh hijau dapat menghambat pertumbuhan dan dapat membunuh bakteri Streptococcus gordonii.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG 155 - 23 RID n | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ekstrak teh hijau (Camellia sinensis); Streptococcus gordonii; Konsentrasi Hambat Minimum (MIC); Konsentrasi Bakterisida Minimum (MBC); Manusia & Obat | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology > QR1-502 Microbiology R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry |
|||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 07:50 | |||||||||
| Last Modified: | 30 Jun 2026 07:50 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143295 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


