Menjadi Fanboy Boygroup K-Pop Di Indonesia : (Studi Fenomenologi Sosial Pada Fanboy NCT)

Anita Fitriyani, - (2022) Menjadi Fanboy Boygroup K-Pop Di Indonesia : (Studi Fenomenologi Sosial Pada Fanboy NCT). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
071511433064_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (282kB)
[img] Text (BAB I)
071511433064_BAB I.pdf

Download (266kB)
[img] Text (FULLTEXT)
071511433064_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kelangkaan studi tentang fanboy K-Pop menjadikannya fenomena yang menarik diteliti, terlebih karena mereka tak jarang dikaitkan dengan tuduhan homoseksualitas seperti, “laki-laki kok suka laki-laki"". Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teori utama yang digunakan adalah fenomenologi Schutz dan fan studies yaitu Becoming A Fan dari Cavicchi dan budaya penggemar. Subjek penelitian adalah tujuh fanboy NCT, mengingat popularitas boygroup NCT saat ini. Subjek penelitian ini didapat melalui metode purposive dan snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para fanboy NCT dalam penelitian ini memiliki kesamaan dan perbedaan dalam hal pengalaman, budaya penggemar yang dikembangkan, stok pengetahuan, dan pemaknaan sebagai fanboy sehingga menghasilkan kategori yang bersifat kolektif dan individual yang khas. Selain itu penelitian ini menemukan adanya tipe-tipe fanboy yang khas dengan budaya penggemar masing-masing yang ditonjolkan seperti fanboy dance cover, fanboy online, fanboy yang menyukai acara gathering, dan fanboy yang menjadi collector. Terdapat tiga kategori proses menjadi fanboy NCT yaitu pengaruh orang lain, ketidaksengajaan, dan sebagai SM stan. Banyaknya member membuat banyaknya bias yang dimiliki sehingga makin membuat fanboy terikat dengan NCT. Ketertarikan fanboy pada NCT lebih bersifat platonis dibanding melihat dalam kerangka orientasi romantis. Budaya penggemar berupa budaya konsumsi meliputi konsumsi fisik seperti mengoleksi photocard; konsumsi konten seperti metode khusus dalam streaming MV; konsumsi fanwork seperti fan-theories dan MV reaction; budaya partisipasi berupa dance cover, berdonasi atas nama NCT, dan menjadi fantrepreneur; mengembangkan jejaring penggemar dengan sesama NCTzen dan penggemar K- Pop lain baik melalui tatap muka maupun online, membuat fan-account, menjadi roleplayer, dan mengikuti NCT Selca Day; dan mengembangkan fan-knowledge. Fanboy juga memiliki shipping di NCT. Makna menjadi fanboy dari rangkaian pengalaman pribadi fanboy berupa menantang, biasa saja, dan susah. Menjadi fanboy juga membawa pengalaman yang khas berkaitan dengan kategori penggemar berdasarkan gender bagi mereka. Selain itu, subjek penelitian mengembangkan maskulinitas positif setelah menjadi fanboy NCT.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK S.FISIP.S.13-22 Ani m
Uncontrolled Keywords: Fenomenologi Sosial; Menjadi Penggemar; Fanboy K–Pop; Maskulinitas; Budaya Penggemar K-Pop
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM
Anita Fitriyani, -NIM071511433064
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorBAGONG SUYANTO, -NIDN0006096604
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 01 Jul 2026 02:49
Last Modified: 01 Jul 2026 02:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143314
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item