Salsabilavi Soffarina (2022) Studi In Silico Potensi Inhibisi Prunus dulcis terhadap NF-κB pada Penyembuhan Luka Pasca Operasi. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021911133153_HALAMAN JUDUL.pdf Download (6MB) |
|
|
Text (BAB I)
021911133153_BAB I.pdf Download (126kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021911133153_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang : Gangguan penyembuhan luka pasca operasi menunjukkan manifestasi pada rongga mulut seperti infeksi bakteri, nyeri, demam, sekret purulen, bengkak, kesulitan berbicara, komplikasi sistem saraf, dan penyembuhan luka yang lambat. Chlorhexidine masih menjadi terapi gold standard pada pasien pasca operasi rongga mulut karena chlorhexidine memiliki spektrum aktivitas antibakteri yang luas, secara umum dapat diterima oleh tubuh, dan tidak menyebabkan resistensi bakteri. Prunus dulcis diketahui memiliki kandungan senyawa kuersetin, kaempferol, dan asam galat yang diharapkan dapat dijadikan solusi baru pada penyembuhan luka pasca operasi rongga mulut. Tujuan : Menganalisis potensi inhibisi Prunus dulcis terhadap NF-kB pada penyembuhan luka pasca operasi secara studi in silico. Metode : Desain penelitian yang digunakan yaitu eksperimental in silico dari senyawa kuersetin, kaempferol, dan asam galat terhadap NF-kB. Hasil : Pada penelitian ini senyawa kuersetin, kempferol, dan asam galat menunjukkan Semua senyawa menunjukkan potensi aktivitas sebagai inhibitor ekspresi TNF dan inhibitor transkripsi faktor NF-kB dengan afinitas ikatan yang dinyatakan dalam nilai grid score yaitu kuersetin sebesar -54,324387 kkal/mol, kaempferol sebesar -52,929916 kkal/mol, dan asam galat sebesar -36,874825 kkal/mol. Pada uji drug likeness, bioavailabilitas, dan ADMET prediction senyawa kandidat kuersetin, kaempferol, dan asam galat tidak menunjukkan violation pada parameter yang menunjukkan bahwa senyawa berpotensi sebagai kandidat obat. Kesimpulan : Senyawa aktif kuersetin, kaempferol, dan asam galat yang terkandung dalam ekstrak Prunus dulcis memiliki kemampuan menginhibisi aktivasi NF-kB sehingga dapat mempercepat penyembuhan luka secara studi in silico.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG 167 - 23 SAL s | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Prunus dulcis, penyembuhan luka, in silico, NF-kB | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) > R5-920 Medicine (General) R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry |
|||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 04:50 | |||||||||
| Last Modified: | 02 Jul 2026 04:50 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143429 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


