Pengaruh Penggunaan Antibiotika Profilaksis Terhadap Kejadian Infeksi Daerah Operasi Pada Pasien Pembedahan Spinal

NUR AFNI (2022) Pengaruh Penggunaan Antibiotika Profilaksis Terhadap Kejadian Infeksi Daerah Operasi Pada Pasien Pembedahan Spinal. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
051815153010_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (2MB)
[img] Text (BAB I)
051815153010_BAB I.pdf

Download (858kB)
[img] Text (FULLTEXT)
051815153010_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

LATAR BELAKANG – Infeksi daerah operasi (IDO) merupakan komplikasi umum dari semua prosedur bedah termasuk bedah spinal. Terdapat banyak faktor resiko yang berkontribusi dalam berkembangnya IDO, salah satunya adalah penggunaan antibiotika profilaksis yang tidak adekuat. Belum ada data terkait angka kejadian IDO dan keterkaitannya dengan penggunaan antibiotika profilaksis serta faktor resiko lainnya pada pasien yang menjalani bedah spinal di SMF Orthopaedi & Traumatologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya. TUJUAN – Mendeskripsikan pola penggunaan antibiotika profilaksis dan menganalisis pengaruh penggunaan antibiotika profilaksis terhadap kejadian IDO serta faktor resiko IDO lainnya pada pasien pembedahan spinal. METODE – Penelitian observasional deskriptif analitik dilakukan pada 41 pasien bedah spinal periode 2019 - 2020. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif melalui rekam medik pasien yang ditetapkan berdasarkan purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan analisis regresi logistik. HASIL DAN KESIMPULAN – Kejadian IDO pada 41 pasien pasca bedah spinal sebanyak 14,6% (6 pasien). Antibiotika profilaksis yang paling banyak digunakan adalah ceftriaxone (58,5%), diikuti oleh cefazolin (39,0%) dan cefuroxime (2,4%), dengan waktu pemberian terbanyak pada 30-60 menit sebelum insisi (53,7%). Pemilihan jenis antibiotika profilaksis memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian IDO (p = 0,05). Selain penggunaan antibiotika profilaksis, analisis bivariat menunjukkan bahwa keganasan (p = 0,02) dan jumlah perdarahan (p = 0,02) merupakan faktor resiko IDO yang signifikan. Mayoritas pasien IDO (5 dari 6 pasien) mendapatkan profilaksis cefazolin. Hal ini kemungkinan karena telah terjadi resistensi mikroorganisme lokal terhadap cefazolin dan terkait dengan patogen IDO yang ditemukan paling dominan adalah bakteri Gram negatif (secara keseluruhan 68,75%). KATA KUNCI: Antibiotika Profilaksis, Cefazolin, Ceftriaxone, Cefuroxime, Faktor Resiko, Infeksi Daerah Operasi, Bedah Spinal

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK T.FF.FK 04 - 23 Nur p
Uncontrolled Keywords: Cefazolin, Ceftriaxone, Cefuroxime, Prophylactic Antibiotics, Risk Factors, Spine Surgery, Surgical Site Infection
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Klinis
Creators:
CreatorsNIM
NUR AFNINIM051815153010
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSUHARJONONIDN195212221982031001
Thesis advisorPRIMADENNY ARIESA AIRLANGGANIDN197804082010121003
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 02 Jul 2026 06:24
Last Modified: 02 Jul 2026 06:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143438
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item