Analisis Permeabilitas Scaffold Decellularized Freeze Dried Bovine Bone Untuk Rekayasa Jaringan Tulang : (Penelitian laboratoris in vitro)

LULUK YULIANANI, - (2022) Analisis Permeabilitas Scaffold Decellularized Freeze Dried Bovine Bone Untuk Rekayasa Jaringan Tulang : (Penelitian laboratoris in vitro). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
01201563151-HAL JUDUL.pdf

Download (153kB)
[img] Text (BAB 1)
01201563151-BAB 1.pdf

Download (66kB)
[img] Text (FULLTEXT)
01201563151.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Latar belakang: Defek pada mandibula dapat menimbulkan deformitas, gangguan fungsi maupun estetika wajah yang menyebabkan menurunnya kualitas hidup seseorang. Hingga saat ini Autograft merupakan gold standart karena memiliki sifat osteogenik, osteoinduktif, osteokonduktif dan tidak menimbulkan respon imun. Allograf sebagai alternatif pengganti autograft yaitu dengan penggunaan scaffold. Bovine Scaffold yang umum dan telah banyak diteliti adalah DBBM (Deproteinized Bovine Bone Material), FDBB (Freeze-dried bovine bone xenograft) dan dc-FDBB (Decellularized freeze-dried bovine bone xenograft). Permeabilitas adalah parameter yang mengukur secara kuantitatif kemampuan media berpori mengalirkan cairan dan tergantung pada kombinasi porositas, ukuran pori, distribusi pori dan tortuositas. Viskositas yang tinggi dapat menghasilkan permeabilitas yang lebih tinggi. Porositas pada decellularized cartilage bovine scaffold mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan fresh bovine cartilage. Tujuan: Untuk mengetahui apakah tingkat permeabilitas dc-FDBB memenuhi syarat sebagai scaffold rekayasa jaringan tulang. Metodologi: Scaffold FDBB, dc-FDBB, DBBM dibagi 2 kelompok yaitu kelompok dengan media akuades dan kelompok dengan media gliserol 30%. Uji permeabilitas dilakukan pada masing-masing kelompok dengan pengukuran debit cairan setiap menit selama 10 menit lalu dilakukan perhitungan nilai permeabilitas. Kemudian dilakukan perbandingan permeabilitas antar scaffold. Hasil: Volume aliran cairan permenit paling banyak didapatkan pada scaffold DBBM baik pada media akuades maupun gliserol 30%. Pada kelompok dengan akuades dan kelompok gliserol 30% nilai permeabilitas paling tinggi didapatkan pada kelompok uji scaffold DBBM, dan yang terendah pada kelompok uji dc- FDBB. Permeabilitas scaffold pada penelitian ini menunjukkan nilai yang masuk ke dalam rentang nilai permeabilitas tulang kanselus manusia Kesimpulan: Scaffold dc-FDBB pada penelitian ini dapat dipergunakan sebagai materi scaffold tetapi memerlukan penelitian lebih lanjut agar dapat direkomendasikan sebagai bahan scaffold yang dapat diaplikasikan pada manusia.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK T.FK.KK 07 - 23 Lul a
Uncontrolled Keywords: Rekayasa jaringan, Scaffold, Bovine, Permeabilitas, Viskositas
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik
Creators:
CreatorsNIM
LULUK YULIANANI, -NIM021528016302
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorANDRA RIZQIAWAN, -NIDN0023098101
Thesis advisorDAVID BUNTORO KAMADJAJA, -NIDN0012026504
Depositing User: prasetyo adi nugroho
Date Deposited: 02 Jul 2026 06:28
Last Modified: 02 Jul 2026 06:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143441
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item