Ariani Ainunnisa, - (2022) Menjadi Bugis-Surabaya: Studi Sosiologi Tentang Self Dan Formasi Identitas. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071511433062_HALAMAN JUDUL.pdf Download (814kB) |
|
|
Text (BAB I)
071511433062_BAB I.pdf Download (533kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071511433062_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Studi tentang identitas selalu menarik untuk diteliti dalam ilmu sosial. Secara khusus, studi ini membahas konsep self dan formasi identitas yang dialami oleh generasi kedua etnis yang ada di Indonesia, yaitu Etnis Bugis. Banyak studi terdahulu yang hanya memfokuskan studi orang Bugis sebagai migran. Maka dari itu, studi ini dirancang untuk mengisi kekosongan studi untuk memahami kompleksitas pengalaman yang dimaknai dan dikonstruksikan oleh generasi kedua dan ketiga sebagai orang Bugis yang lahir dan/atau besar di Surabaya, yang peneliti sebut sebagai Bugis-Surabaya. Studi ini menggunakan perspektif Interaksionis simbolik yang dikembangkan oleh Mead dan Blumer. Konsep-konsep lainnya yang menjadi acuan dalam studi ini berkaitan dengan self, formasi identitas, stereotip, prasangka, yang secara bersama-sama membangun tafsir atau makna yang berada di dalam realitas sosial yang dipahami sebagai dasar tindakan sosial itu. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penentuan subjek tidak secara acak melainkan dengan purposive dan snowball. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam terhadap tujuh subjek keturunan Bugis dengan generasi kedua dan ketiga yang lahir dan/atau besar di Surabaya dengan berbagai latar belakang jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan status sosial. Hasil studi menunjukkan bahwa menjadi orang Bugis-Surabaya adalah hasil dari sebuah proses pengalaman yang kompleks, kaya, dan mendalam. Hasil data menunjukkan adanya tiga makna menjadi orang Bugis-Surabaya, yaitu (1) merasa bangga dan bisa menjadi “keduanya”, (2) biasa saja, tidak ada yang berubah, dan (3) tidak mendefinisikan self. Studi menemukan bahwa orang Bugis-Surabaya memiliki keterkaitan yang erat secara emosional dan sosial dengan kota dan masyarakat Surabaya. Selain itu, studi ini menunjukkan beberapa elemen kehidupan sehari-hari dalam membangun formasi identitas orang Bugis-Surabaya yang ditinjau menurut identitas ke-Bugis-an (bahasa,makanan, agama dan adat, nilai keutamaan, dan gelar), relasi sosial dengan teman, tetangga, kerabat, komunitas, serta pengalaman mendapatkan stereotip dan prasangka.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK S.FISIP.S.18-22 Ari m | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Bugis, identitas, self, interaksionis simbolik | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 02:14 | ||||||
| Last Modified: | 03 Jul 2026 02:14 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143471 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


