NICCO MARANTSON, - (2022) Analisis Biokompatibilitas Freeze-Dried Bovine Bone Scaffold Dan Decellularized Freeze-Dried Bovine Bone Scaffold Pada Kultur Human-Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
021528016301-HAL JUDUL.pdf Download (189kB) |
|
|
Text (BAB 1)
021528016301-BAB 1.pdf Download (65kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021528016301.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan: Freeze-dried bovine bone scaffold (FDBB) dan Decellularized freeze-dried bovine bone (DC-FDBB) merupakan salah satu alternatif bone substitute yang menjanjikan dalam rekayasa jaringan tulang. Meskipun telah melalui proses deserlularisasi, xenomaterial scaffold masih berpotensi untuk menimbulkan kematian sel akibat toksisitas residu bahan deselularisasi serta bersihan komponen natif yang tidak adekuat. Tujuan: Membuktikan bahwa scaffold FDBB dan DC-FDBB bersifat biokompatibel yaitu tidak bersifat toksik dan mampu menginduksi proliferasi serta perlekatan sel human umbilical cord mesenchymal stem cell (hUC-MSC) secara in vitro. Metode: Uji biokompatibilitas dilakukan dengan memaparkan sel hUC-MSC pada FDBB, DC-FDBB scaffold conditioned medium selama 24, 48 dan 72 jam (n=8). Deproteinzed bovine bone matrix (DBBM) scaffold conditioned medium akan digunakan sebagai kontrol positif. MTT asay kemudian dilakukan untuk menghitung jumalah sel yang masih viable. Uji normalitas data (Shapiro-Wilk) dan homogenitas (Levene) pada hasil pemeriksaan MTT assay, selanjutnya dilakukan uji ANOVA. Untuk melihat perlekatan sel, dilakukan seeding sel hUC-MSC pada permukaan scaffold (n=3). Sesudah di seeding scaffold di ikubasi 24, 48 dan 72 jam. Gambaran perlekatan sel hUC-MSC dilihat dengan menggunakan SEM. Hasil: Secara keseluruhan, rerata persentase sel hidup pada kelompok FDBB paling tinggi dibandingkan dengan kedua kelompok lain. Terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) pada setiap kelompok perlakuan di setiap waktu pengamatan, kecuali pada kelompok FDBB dan DC-FDBB (48 jam), DC-FDBB dan DBBM (48 jam), FDBB dan DC-FDBB (72 jam) (p>0,05). Hasil pengamatan dengan menggunakan SEM juga menunjukkan hasil yang sama, yaitu kolonisasi sel paling banyak ditemukan pada kelompok FDBB pada setiap waktu pengamatan dibandingkan dengan kelompok DC-FDBB maupun DBBM. Kesimpulan: Scaffold FDBB dan DC-FDBB memenuhi syarat biokompatibilitas untuk dapat digunakan sebagai suatu bone substitute dalam rekayasa jaringan tulang.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK T.FK.KK 08 - 23 Nic a | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | bovine bone scaffold, biocompatibilitas, hUC-MSC, MTT assay, SEM | |||||||||
| Subjects: | R Medicine | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | |||||||||
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 03:20 | |||||||||
| Last Modified: | 06 Jul 2026 03:20 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143549 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


