Formulasi Papeda Instan Koya Laor (Eunice Viridis) Dan Efikasinya Terhadap Kadar Hemoglobin, Albumin, Insulin Like Growth Factor-1 Tikus (Rattus Norvegicus) Bunting, Serta Morfologi, Berat Badan Dan Panjang Badan Fetus

Ety Yuni Ristanti (2018) Formulasi Papeda Instan Koya Laor (Eunice Viridis) Dan Efikasinya Terhadap Kadar Hemoglobin, Albumin, Insulin Like Growth Factor-1 Tikus (Rattus Norvegicus) Bunting, Serta Morfologi, Berat Badan Dan Panjang Badan Fetus. Doctoral thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.

[img] Text (FULLTEXT)
34. DISERTASI ETY YUNI RISTANTI 101517087327.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (322kB)
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Latar belakang. Sagu, ikan cakalang dan laor merupakan potensi kearifan lokal yang dapat dikembangkan menjadi formula yang kaya nilai gizi. Peran zat gizi makro dan mikro dalam pertumbuhan dan perkembangan fetus sangat penting untuk mendapatkan berat badan lahir yang normal. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi papeda instan koya laor (Eunice viridis) dan efikasinya terhadap kadar hemoglobin, albumin dan IGF- 1 tikus (Rattus norvegicus) bunting serta morfologi dan berat badan fetus tikus. Metode. Tahap 1. menggunakan rancangan percobaan RAL dengan empat perlakuan (perbandingan ikan cakalang dengan koya laor) yaitu PI= 100% : 0%; PIKL 1 = 80% : 20%; PIKL 2 = 70% : 30%; PIKL3 = 60% : 40%. Tahap 2 menggunakan desain Randomized Controlled Trial Post Test Design terhadap tikus bunting sebanyak 24 ekor yang terdiri 4 kelompok yaitu kontrol diberikan pakan standard, P1 (papeda instan koya laor 100 : 0%), P2 (papeda instan koya laor 70 : 30%) dan P3 (papeda instan koya laor 60 :40%) . Perlakuan di berikan mulai hari ke-1 sampai ke-18 kehamilan. Hari ke-19 diukur kadar Hb, albumin, dan IGF-1. Fetus diukur berat dan panjang badan serta morfologi. Statistik yang digunakan adalah ANOVA. Hubungan antar variabel menggunakan regresi bertahap. Hasil dan temuan baru. Papeda instan koya laor 60:40% mengandung energi, protein, karbohidrat, lemak, Fe dan zinc yang lebih tinggi, aman dari cemaran logam dan mikroba serta mempunyai daya terima terbaik dari kelompok lain. Tidak ada perbedaan kadar hemoglobin, sedangkan kadar albumin dan IGF-1 kelompok P3 lebih tinggi dari kelompok lain. Uji morfologi fetus menunjukkan tidak ada kecacatan. Berat dan panjang badan fetus kelompok P3 lebih tinggi dibandingkan kelompok lain. Kesimpulan. Papeda instan koya laor meningkatkan kadar albumin dan IGF-1 tikus bunting, serta meningkatkan berat dan panjang badan fetus

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: papeda instan, koya laor, hemoglobin, albumin, IGF-1, berat fetus
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Doktor Ilmu Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM
Ety Yuni RistantiNIM101517087327
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSoetjiptoNIDN8821900016
Thesis advisorAnnis Catur AdiNIDN 0001036903
Thesis advisorBudi PrasetyoNIDN0003057605
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 07 Jul 2026 08:19
Last Modified: 07 Jul 2026 08:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143675
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item