Intani Dewi Syahti Fauzi, dr. (2018) Faktor Risiko Non Genetik Terbentuknya Inhibitor Faktor Viii Pada Anak Dengan Hemofilia A Di Rsud Dr. Soetomo. Doctoral thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (FULLTEXT)
42. PENELITIAN KARYA ILMIAH AKHIR.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (847kB) |
Abstract
Latar Belakang: Salah satu komplikasi berat pada hemofilia adalah terbentuknya neutralizing alloantibody atau inhibitor yang mempengaruhi morbiditas serta kualitas hidup penderita. Terbentuknya inhibitor menyebabkan terapi hemofilia menjadi sulit ditangani dengan terapi biasa. Inhibitor dapat disebabkan multifaktorial baik genetik maupun non genetik. Pemeriksaan genetik tidak rutin dilakukan dan mahal. Oleh karena itu identifikasi faktor non genetik penting untuk memprediksi timbulnya inhibitor faktor VIII. Tujuan: Menganalisis faktor risiko non genetik terbentuknya inhibitor faktor VIII pada anak dengan Hemofilia A di RSUD Dr. Soetomo Metode: : Studi potong lintang dari data rekam medis anak hemofilia usia 1-18 tahun yang memiliki data inhibitor faktor VIII di klinik rawat jalan hematologi onkologi anak RSUD Dr. Soetomo pada Maret-April 2018. Faktor yang dianalisis meliputi derajat hemofilia, usia awal diagnosis, usia awal terapi, jenis terapi pengganti, frekuensi pemberian faktor VIII dan derajat perdarahan dengan bleeding score. Analisa statistik menggunakan uji Chikuadrat, Fisher, ANOVA dan analisis regresi logistik. Hasil: Sebanyak 29 anak dievaluasi, 7/29 (24,1%) hemofilia ringan, 15/29 (51,7%) sedang, dan 7/29 (24,1%) berat. Inhibitor terdapat pada 11/29 (37,93%) subyek, sebaran 1,7 BU - 7,2 BU, 7/11 (63,64%) inhibitor titer rendah (1-5 BU) dan 4/11 (36.36%) titer tinggi (>5 BU). Usia awal diagnosis ≤ 1 tahun berhubungan dengan terbentuknya inhibitor faktor VIII (OR 8,75; 95% CI = 1,5-50,2.; p=0.015). Derajat hemofilia (p=0,051), usia awal terapi (p=0.620), jenis terapi (p=0,623), frekuensi terapi (p=0,831), dan bleeding score dengan mean 17,413 ± 5,017 (p=0,781) tidak berhubungan dengan terbentuknya inhibitor faktor VIII. Kesimpulan: Usia awal diagnosis kurang dari 1 tahun merupakan faktor risiko signifikan terbentuknya inhibitor faktor VII.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hemofilia, Faktor VIII, Inhibitor Faktor VIII. | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Psikiatri Anak dan Remaja (Sub Spesialis) | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dwi Marina | |||||||||
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 08:42 | |||||||||
| Last Modified: | 08 Jul 2026 08:42 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143733 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


