Syifa Diesta Maharani (2022) Potensi Pakan Buatan dengan Protein Berbeda Terhadap Tingkat Konsumsi Pakan, Rasio Konversi Pakan, Efisiensi Pakan dan Retensi Nutrisi Pada Lobster Pasir (Panulirus homarus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
141811133045_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
141811133045_BAB I.pdf Download (536kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
141811133045_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Lobster pasir (Panulirus homarus) merupakan salah satu komoditas perikanan laut yang potensial karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan permintaan pasar yang meningkat menjadikan penangkapan dialam tinggi. Peningkatan ini perlu diimbangi dengan budidaya yang baik, salah satunya pada pakan. Namun, kebanyakan pembudidaya masih mengandalkan ikan rucah sebagai pakan utama pada lobster. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pakan buatan dengan protein berbeda terhadap tingkat konsumsi pakan, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, dan retensi nutrisi lobster pasir. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, yaitu P0 : pakan ikan rucah, P1 : pakan protein 30 %, P2 : pakan protein 40 %, P3 : pakan protein 50 %, dan P4 : pakan protein 60 %. Pemeliharaan lobster dilakukan selama 30 hari di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga. Analisis data penelitian menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test dengan taraf 5 % untuk menentukan hasil terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pakan buatan dengan protein berbeda berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap konsumsi pakan dan retensi nutrisi, namun tidak berpengaruh nyata (p > 0,05) terhadap rasio konversi pakan dan efisiensi pakan. Tingkat konsumsi pakan tertinggi adalah pada pakan ikan rucah (P0 : 3,16 gram) yang tidak berbeda nyata dengan protein (50% : 2,91 gram) dan protein (40% : 2,70). Sedangkan terendah pada protein (30 % : 2,20 gram) yang menunjukkan hasil yang berbeda nyata dengan pakan (ikan rucah : 3,16 gram) dan protein (50% : 2,91 gram). Rasio konversi pakan pada semua perlakuan menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Nilai rasio konversi pakan terendah yaitu pada pakan protein (50 %: 2,36) dan tertinggi pakan protein (40% : 2,62). Efisiensi pakan pada semua perlakuan menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Nilai efisiensi pakan tertinggi pada pakan protein (50 % : 42,50%) dan terendah pada pakan protein (30%: 38,92%). Pemberian pakan ikan rucah menunjukkan hasil retensi nutrisi tertinggi dari semua perlakuan. Retensi protein pakan ikan rucah sebesar 38,36 % diikuti dengan protein (30 % : 23,05 %). Retensi lemak pakan ikan rucah sebesar 77,01 % diikuti dengan protein (30 % : 23,93 %). Retensi energi pakan ikan rucah sebesar 51,34 % diikuti dengan protein (50 % : 12,71 %). Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian pakan buatan dengan kandungan protein 50 % dapat digunakan sebagai pengganti ikan rucah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FPK.A 44 - 23 Syi p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Scalloped spiny lobster, artificial feed, protein, feed conversion ratio, feed efficiency and nutrient retention. | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture | |||||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 01:20 | |||||||||
| Last Modified: | 09 Jul 2026 01:20 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143747 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


