Pengaruh Pemberian Pakan Buatan dengan Sumber Protein Berbeda Terhadap Tingkat Konsumsi Pakan, Rasio Konversi Pakan, dan Retensi Nutrisi Lobster Pasir (Panulirus homarus)

RISKA AGUSTIN (2022) Pengaruh Pemberian Pakan Buatan dengan Sumber Protein Berbeda Terhadap Tingkat Konsumsi Pakan, Rasio Konversi Pakan, dan Retensi Nutrisi Lobster Pasir (Panulirus homarus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
141811133006_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
141811133006_BAB I.pdf

Download (516kB)
[img] Text (FULLTEXT)
141811133006_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Lobster pasir (Panulirus homarus) merupakan salah satu jenis biota laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Oleh karena itu kegiatan budidaya lobster harus dikembangkan, salah satunya adalah dalam hal pakan. Saat ini mayoritas pembudidaya masih mengandalkan ikan rucah sebagai pakan utama lobster. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menemukan formulasi pakan terbaik sebagai alternatif pengganti ikan rucah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, yaitu P0: pakan ikan rucah, P1: pakan dengan sumber protein tepung ikan, P2: pakan dengan sumber protein tepung udang rebon, P3: pakan dengan sumber protein tepung maggot, P4: pakan dengan sumber protein tepung bekicot. Pemeliharaan lobster dilakukan selama 30 hari dengan parameter yang diamati antara lain tingkat konsumsi pakan, rasio konversi pakan, serta retensi nutrisi yang meliputi retensi protein, lemak , dan energi. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test dengan taraf 5% untuk menentukan perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan buatan dengan sumber protein berbeda berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap tingkat konsumsi dan retensi nutrisi lobster pasir, namun tidak berpengaruh nyata (p > 0,05) terhadap rasio konversi pakan. Tingkat konsumsi tertinggi adalah pakan ikan rucah (P0: 3,16 gr) yang tidak berbeda nyata dengan pakan sumber protein tepung udang rebon (P2: 2,80 gr). Sedangkan pakan dengan sumber protein tepung ikan (P1: 2,75 gr), tepung maggot (P3: 2,44 gr), dan tepung bekicot (P4: 2,59 gr) menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata dengan tepung udang rebon (P2), namun berbeda nyata dengan ikan rucah (P0). Semua perlakuan menunjukkan hasil FCR yang tidak berbeda nyata. Pakan ikan rucah (P0) menunjukkan nilai retensi nutrisi tertinggi dari semua perlakuan. Retensi protein pada pakan ikan ikan rucah (P0) sebesar 38,36% diikuti dengan pakan tepung udang rebon (P2: 23,56%). Retensi lemak pada pakan ikan rucah (P0) sebesar 77,03% diikuti dengan tepung ikan (P1: 38,70%) dan tepung udang rebon (P2: 31,07%). Retensi energi pada pakan ikan rucah (P0) sebesar 51,34% diikuti dengan pakan tepung udang rebon (P2: 23,99%). Hasil ini menunjukkan bahwa pakan formula paling baik adalah pakan dengan sumber protein tepung udang rebon yang menunjukkan hasil terbaik dari keempat pakan buatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FPK.A 45 - 23 Ris p
Uncontrolled Keywords: Scalloped Spiny Lobster, Formula Feed, Feed Consumption, Feed Conversion Ratio, Nutrient Retention
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur
Creators:
CreatorsNIM
RISKA AGUSTINNIM141811133006
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorMUHAMAD AMINNIDN198110102019083101
Thesis advisorMIRNI LAMIDNIDN196201161992032001
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 09 Jul 2026 01:50
Last Modified: 09 Jul 2026 01:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143760
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item