ANALISIS SPASIAL FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN KUSTA DI KABUPATEN TUBAN TAHUN 2019-2021

CHAMIDATUL UMAIYAH (2022) ANALISIS SPASIAL FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN KUSTA DI KABUPATEN TUBAN TAHUN 2019-2021. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
101811133120_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (879kB)
[img] Text (BAB I)
101811133120_BAB I.pdf

Download (507kB)
[img] Text (FULLTEXT)
101811133120_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit kusta adalah salah Neglected Tropical Disease (NTD). Kabupaten Tuban merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang masih memiliki prevalensi rate kusta diatas 1 per 10.000 penduduk pada tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan dengan kejadian kusta di kabupaten Tuban pada tahun 2019-2021 menggunakan analisis spasial. Penelitian ini menggunakan jenis rancangan penelitian studi ekologi berdasarkan waktu. Data yang digunakan bersumber dari Dinas Kesehatan dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Tuban. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian kusta di Kabupaten Tuban. Sedangkan untuk variabel independen adalah kepadatan penduduk, cakupan akses air bersih, cakupan rumah sehat dan cakupan fasilitas sanitasi yang layak (jamban sehat). Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis spasial indeks morans dan LISA aplikasi Quantum GIS dan Geoda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran kejadian kusta di Kabupaten Tuban pada tahun 2019-2021 secara spasial terus mengalami penurunan angka kejadian. Berdasarkan hasil uji morans ditemukan terdapat hubungan antara variabel kejadian kusta dengan kepadatan penduduk, cakupan akses air bersih, cakupan rumah sehat dan cakupan jamban sehat pada tahun 2019-2020. Hasil uji LISA menunjukkan bahwa terdapat 6 kecamatan yaitu Kecamatan Tuban, Kecamatan Semanding, Kecamatan Widang, Kecamatan Merakurak, Kecamatan Senori dan Kecamatan Kenduruan yang secara spasial memiliki hubungan yang signifikan terhadap variabel independen pada tahun 2019-2020. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan secara spasial antara variabel kejadian kusta dengan kepadatan penduduk, cakupan akses air bersih, cakupan rumah sehat dan cakupan jamban sehat pada tahun 2019-2020. Determinan yang memiliki kuat hubungan paling dominan dengan kejadian kusta adalah variabel kepadatan penduduk tahun 2019 dengan I= 0,315. Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban hendaknya mengembangkan sistem informasi geografis dengan analisis spasial yang dapat dimanfaatkan untuk monitoring sebaran kejadian kusta di Kabupaten Tuban.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM 99 - 23 Cha a
Uncontrolled Keywords: Leprosy Incidence, Spatial Analysis, Tuban Regency
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM
CHAMIDATUL UMAIYAHNIM101811133120
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRETNO ADRIYANINIDN197506092003122001
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 10 Jul 2026 04:31
Last Modified: 10 Jul 2026 04:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143810
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item