Kampanye Psikoedukasi Berbasis Instagram Untuk Meningkatkan Literasi Social Anxiety Disorder Remaja

Jennifer Agnessia, - and Nayla Aisyah Putri Wicaksono, - and Anindya Awaha Wardani, - and Novita Catur Hartini, - and Pramesti Pradna Paramita, - and Dewi Retno Suminar, - (2026) Kampanye Psikoedukasi Berbasis Instagram Untuk Meningkatkan Literasi Social Anxiety Disorder Remaja. Repostitory Universitas Airlangga. pp. 1-26. (Unpublished)

[img] Text (Artikel Ilmiah)
KAMPANYE PSIKOEDUKASI BERBASIS INSTAGRAM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SOCIAL ANXIETY DISORDER REMAJA.pdf

Download (553kB)
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Social Anxiety Disorder (SAD) merupakan salah satu kondisi kesehatan mental yang paling umum ditemui pada remaja dan dewasa muda secara global, namun secara konsisten terabaikan akibat kesalahan identifikasi sebagai sifat pemalu biasa serta stigma yang menghambat perilaku pencarian bantuan. Penelitian ini mendeskripsikan dan mengevaluasi kampanye psikoedukasi berbasis Instagram “ANXIEASE” yang dirancang untuk mempromosikan literasi kesehatan mental terkait SAD pada kelompok remaja dan mahasiswa berusia 113-22 tahun melalui empat akun Instagram. Kampanye mendistribusikan tujuh seri konten edukasi terstruktur yang mencakup topik definisi klinis SAD, diagnosis diferensial dari rasa malu biasa, dampak psikososial, stigma kesehatan mental, teknik regulasi emosi (pernapasan diafragma, box breathing, grounding 5-4-3-2-1, reappraisal kognitif, relaksasi otot progresif), dan indikator pencarian bantuan profesional. Desain evaluasi kuantitatif diterapkan menggunakan penilaian pre-test (n = 29-42 per akun), kuis komprehensif berbasis skenario (Kuis POV tiga konteks ekologis: presentasi akademis, kantin, dan gathering sosial), serta post-test mengukur akuisisi pengetahuan pada empat dimensi. Hasil menunjukkan peningkatan akurasi post-test yang konsisten di seluruh akun, dengan tingkat respons benar sebesar 78%-100% pada dimensi definisi SAD, 85%-100% pada dampak pemaksaan sosial tanpa dukungan tepat, dan 85%-100% pada teknik regulasi emosi. Sebanyak 75%-85% peserta secara subjektif melaporkan pemahaman yang lebih baik mengenai SAD pascaprogram. Data engagement menunjukkan pola novelty effect dengan interaksi tertinggi pada konten awal (92-99 likes) dan penurunan bertahap setelahnya. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa intervensi psikoedukasi berbasis Instagram merupakan model literasi kesehatan mental sekunder yang terjangkau, terukur, dan efektif bagi populasi remaja.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Social Anxiety Disorder; Psikoedukasi; Instagram; Remaja; Literasi Kesehatan Mental.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF1-940 Psychology
B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF721-723 Child Psychology
Divisions: 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi
Creators:
CreatorsNIM
Jennifer Agnessia, -NIM113231198
Nayla Aisyah Putri Wicaksono, -NIM113231160
Anindya Awaha Wardani, -NIM113231230
Novita Catur Hartini, -NIM113231277
Pramesti Pradna Paramita, -NIDN0007028202
Dewi Retno Suminar, -NIDN0013036606
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
ActorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Depositing User: Jennifer Agnessia
Date Deposited: 14 Jul 2026 00:40
Last Modified: 14 Jul 2026 00:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143817
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item