BUNGA PRISCILLA ROTUA MANURUNG, - (2022) Analgesic Profile in Intensive Observation Room (Ruang Observasi Intensif/ROI) RSUD Dr. Soetomo Surabaya: A Retrospective Study January 2020-June 2020. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
011911133076 HALAMAN I.pdf Download (294kB) |
|
|
Text (BAB I)
011911133076 BAB I.pdf Download (49kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
011911133076.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK ANALGESIC PROFILE IN INTENSIVE OBSERVATION ROOM (RUANG OBSERVASI INTENSIF/ROI) RSUD DR. SOETOMO SURABAYA: A RETROSPECTIVE STUDY JANUARY 2020-JUNE 2020 Bunga Priscilla Rotua Manurung Tujuan: Untuk mendapatkan profil analgesik yang digunakan di Ruang Observasi Intensif RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Desain: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif retrospektif Metode: Dalam penelitian ini, 537 pasien Ruang Observasi Intensif RSUD Dr. Soetomo Surabaya dikumpulkan melalui teknik consecutive sampling dalam kurun waktu 6 bulan terhitung mulai Januari 2020-Juni 2020. Subyek yang terkumpul kemudian dicatat dalam kategori: prosedur yang dilakukan, peringkat skala nyeri, jumlah total obat yang diberikan, dosis, lama rawat dan kombinasi. Hasil: Dari penelitian ini didapatkan bahwa 529 dari 537 subjek di Ruang Observasi Intensif (ROI) RSUD Dr. Soetomo Surabaya merupakan pasien yang menjalani tindakan operatif. Sisanya adalah pasien yang menjalani prosedur non operasi yang berjumlah 8 orang. Dari 205 sampel penggunaan WBFS, terdapat 25 pasien tidak merasakan nyeri sama sekali, 134 pasien merasakan nyeri ringan, 43 pasien mengalami nyeri sedang dan 3 pasien mengalami nyeri berat. Setelah pemberian analgesik, jumlah pasien yang tidak merasakan nyeri menjadi 132 orang, sedangkan pasien yang mengalami nyeri ringan berkurang menjadi 65 orang, begitu juga dengan jumlah pasien yang mengalami nyeri sedang juga berkurang menjadi 8 orang, dan tidak ada pasien yang mengalami nyeri berat. Pada 261 pasien yang menggunakan ventilator, 180 pasien menyatakan tidak nyeri sedangkan 59 pasien menyatakan nyeri ringan. 18 pasien dilaporkan mengalami nyeri sedang, sedangkan 4 pasien menyatakan nyeri berat. Jumlah obat yang diberikan pada pasien di Ruang Observasi Intensif (ROI) RSUD Dr. Soetomo Surabaya adalah 833, yang sebagian besar merupakan analgesik non-opioid dengan jumlah total 602. analgesik opioid menempati urutan kedua dengan jumlah total 172 sedangkan jumlah adjuvant dan obat penenang masing-masing adalah 53 dan 8. Profil analgesik didominasi oleh penggunaan Metamizole dengan jumlah 370, sedangkan Parasetamol berada di urutan kedua dengan 134 kali penggunaan. Ketorolac, Tramadol, dan Fentanyl memiliki jumlah pemakaian yang hampir sama dengan jumlah masing-masing 90, 82 dan 76. Morphine hanya digunakan sebanyak 14 kali, sedangkan Dexmedetomidine digunakan 6 kali, dan yang paling sedikit digunakan adalah Ketamine dengan 2 kali penggunaan. Adjuvant analgesik hanya terdiri dari dua obat, keduanya termasuk dalam kelompok antikonvulsan. Phenytoin paling banyak digunakan dengan jumlah 51 sedangkan Phenobarbital hanya digunakan dua kali. Ruang Observasi Intensif (Ruang Observasi Intensif/ROI) RSUD Dr. Soetomo lebih menyukai jalur intravena yang digunakan pada 814 pemberian obat sedangkan jalur oral digunakan sebanyak 13 kali. Rute intratekal adalah yang paling sedikit digunakan dengan hanya 6 administrasi. Dari total 833 obat yang diberikan dalam kurun waktu 6 bulan di Ruang Observasi Intensif (ROI), sebagian besar durasinya berlangsung selama 1-3 hari. 85 sampel obat tercatat untuk diberikan selama 4-6 hari sedangkan 9 obat diberikan selama 7 hari dan lebih. Jumlah pemberian obat tunggal sedikit lebih banyak daripada pemberian obat kombinasi dengan jumlah 283 hitungan sedangkan pemberian obat kombinasi berjumlah 254. Kombinasi obat itu sendiri bermacam-macam, dan dari data yang diperoleh terdapat 38 kombinasi obat. Kesimpulan: Pada periode Januari-Juni 2020, 529 dari 537 pasien di Ruang Observasi Intensif (ROI) RSUD Dr. Soetomo menjalani tindakan operasi. 8 pasien menjalani prosedur non-operasi. Ada penurunan nyeri yang signifikan pada pasien setelah pemberian analgesik. Jumlah total obat yang diberikan adalah 833. Analgesik non-opioid memiliki jumlah total 602, analgesik opioid memiliki jumlah total 172 sedangkan jumlah adjuvant dan obat penenang masing-masing adalah 53 dan 8. Profil analgesik didapatkan Metamizole sebagai jumlah tertinggi diikuti oleh Parasetamol, Tramadol, Fentanyl secara berurutan. Ada dua jenis adjuvant yang digunakan yang terdiri dari antikonvulsan yaitu Phenytoin dan Phenobarbital. Ada dua jenis obat penenang yang dilaporkan digunakan: Midazolam dan Ropivacaine. Rute pemberian yang tersering di Ruang Observasi Intensif adalah intravena, diikuti oleh pemberian oral, dan rute yang jarang digunakan adalah melalui intratekal. Dosis obat yang diberikan dilaporkan masih dalam kisaran meskipun bervariasi sesuai indikasinya. Sebagian besar lama pemberian obat berkisar 1-3 hari, meskipun lama rawat inap di Ruang Observasi Intensif tidak berarti sama dengan lama pemberian analgesik. Dari 538 sampel, 52% merupakan pemberian obat tunggal sedangkan sisanya 48% merupakan kombinasi. 38 kombinasi dilaporkan dengan Metamizole dan Paracetamol sebagai kombinasi paling popular.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D 120 - 23 Bun a | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Profil Analgesik, Unit Perawatan Intensif | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 07:59 | |||||||||
| Last Modified: | 11 Aug 2026 07:59 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143820 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


