Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, Komorbiditas, Dan Gejala Terhadap Lamanya Viral Shedding SARS-CoV-2 Pada Pasien Covid-19

TRI PUDY ASMARAWATI, - (2022) Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, Komorbiditas, Dan Gejala Terhadap Lamanya Viral Shedding SARS-CoV-2 Pada Pasien Covid-19. Masters thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
011819059303 HALAMAN I.pdf

Download (367kB)
[img] Text (BAB I)
011819059303 BAB I.pdf

Download (36kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011819059303.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Pendahuluan: Viral shedding SARS-CoV-2 dari tubuh pasien yang terinfeksi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Viral shedding berdampak pada lamanya pasien dengan COVID-19 akan menjalani isolasi. Faktor-faktor mengenai lamanya viral shedding SARS CoV-2 penting untuk ditelaah lebih lanjut karena dapat digunakan sebagai acuan atau perkiraan mengenai lamanya waktu isolasi optimal yang diperlukan oleh pasien berdasarkan kondisi tertentu. Tujuan: Menganalisis hubungan antara usia, jenis kelamin, komorbiditas gejala dan lamanya viral shedding SARS-CoV-2 pada pasien COVID-19 yang menjalani rawat inap. Metode: Penelitian observasional longitudinal retrospektif dengan kriteria inklusi antara lain pasien dewasa terkonfirmasi COVID-19, menjalani perawatan di RS sampai dinyatakan bebas isolasi dengan swab PCR 2x negatif. Luaran adalah lamanya viral shedding SARS CoV-2 yang dibagi menjadi dua kelompok. Analisis statistik dengan analisis multivariat regresi logistik. Hasil: Subjek yang diikutsertakan pada penelitian ini sejumlah 162 pasien. Rata-rata lamanya viral shedding yaitu 13?8,44 hari. Tidak didapatkan perbedaan lamanya viral shedding SARS-CoV-2 berdasarkan usia maupun jenis kelamin. Didapatkan perbedaan lamanya viral shedding SARS-CoV-2 yang bermakna pada pasien COVID-19 dengan komorbid DM (p=0,001) dan hipertensi (p=0,029), sedangkan pada komorbid lain tidak didapatkan perbedaan yang bermakna. Pasien COVID-19 dengan gejala sesak napas memiliki lamanya viral shedding SARS-CoV-2 yang lebih lama (p=0,011). Demam, batuk, batuk berdahak dan batuk darah tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Faktor yang berhubungan dengan lamanya viral shedding SARS-CoV-2 antara lain derajat keparahan (OR 2,94; IK 95%, 1,34-6,44), infiltrat bilateral (OR 2,79; IK 95%, 1,14-6,84), diabetes melitus (OR 2,17; IK 95%, 1,02-4,63) dan terapi antibiotik (OR 3,66; IK 95%, 1,74-7,71). Simpulan: Sesak napas, hipertensi dan DM berhubungan dengan lamanya viral shedding SARS-CoV-2 pada pasien COVID-19. Faktor risiko independen yang berperan antara lain derajat keparahan, gambaran infiltrat bilateral, diabetes melitus, dan terapi antibiotik.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: KKA KK SSp.FK.PD 01 - 23 Tri h
Uncontrolled Keywords: COVID-19, lamanya viral shedding, SARS-CoV-2, faktor risiko
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Dalam
Creators:
CreatorsNIM
TRI PUDY ASMARAWATI, -NIM011819059303
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorUSMAN HADI, -NIP195406301982011002
Thesis advisorMUHAMMAD VITANATA ARFIJANTO, -NIP197109152006041001
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 13 Jul 2026 08:04
Last Modified: 13 Jul 2026 08:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143830
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item