Rizqi Zakiyaturrosyida, - and Wiwin Hendriani, - (2026) DYADIC COPING DENGAN SURVIVING PARENT, PADA EMERGING ADULT YANG MENGALAMI KEMATIAN SALAH SATU ORANG TUA SAAT REMAJA. Repository Universitas Airlangga. (Unpublished)
|
Text (Artikel Ilmiah)
Artikel Ilmiah Rizqi Zakiyaturrosyida.docx.pdf Download (250kB) |
Abstract
Kematian salah satu orang tua dapat menjadi stresor yang besar terhadap dinamika keluarga. Kematian orang tua yang dialami individu pada masa remaja dapat membawa dampak jangka panjang hingga masa emerging adulthood yang dapat memengaruhi proses perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengalaman dyadic coping dengan surviving parent, pada emerging adult yang mengalami kematian salah satu orang tua saat remaja. Penelitian ini merupakan penelitian tipe kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Partisipan dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur yang dilakukan secara individual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika relasi antara emerging adult dan surviving parent pascakematian bergerak dalam tiga arah, yaitu: relasi yang berkembang pada keterbukaan emosional mendalam, relasi yang mengarah pada keterhubungan dan terbatas pada pemahaman emosional, dan relasi yang merenggang, meskipun tetap bertahan. Upaya dalam dyadic coping terwujud melalui komunikasi terbuka terhadap stres yang dialami, dukungan praktis, dan dukungan emosional. Upaya adaptasi bersama dapat memberikan dampak ganda yang tidak hanya membantu menyelesaikan permasalahan yang muncul setelah kematian, tetapi juga merekonstruksi relasi kedekatan dan keterbukaan antara emerging adult dan surviving parent itu sendiri.
Actions (login required)
![]() |
View Item |


