Muhammad Rabbani Trimeza Putra, - and Ika Yuniar Cahyanti, - (2026) Hubungan Body Mass Index (BMI) dengan Skor Beck Depression Inventory-II (BDI-II) pada Emerging Adulthood. Repository Universitas Airlangga. (Unpublished)
|
Text (Artikel Ilmiah)
Artikel Ilmiah_Muhammad Rabbani Trimeza Putra_113221139.docx.pdf Download (683kB) |
Abstract
Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang sering terjadi pada individu yang berada pada fase emerging adulthood. Pada saat yang sama, Body Mass Index (BMI) sebagai indikator status gizi sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental, termasuk depresi. Meskipun demikian, penelitian mengenai hubungan antara BMI dan depresi masih menunjukkan hasil yang beragam, mulai dari hubungan positif, hubungan dua arah, hingga tidak ditemukannya hubungan yang signifikan. Perbedaan temuan tersebut mengindikasikan bahwa hubungan antara BMI dan depresi kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis, psikologis, dan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Body Mass Index (BMI) dan skor Beck Depression Inventory-II (BDI-II) pada individu yang berada pada fase emerging adulthood. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Subjek penelitian berjumlah 137 individu berusia 18–24 tahun di Indonesia yang memenuhi kriteria penelitian. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik non-probability sampling. BMI dihitung berdasarkan data tinggi badan dan berat badan yang dilaporkan oleh responden, sedangkan tingkat depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory-II (BDI-II) versi Bahasa Indonesia yang telah divalidasi oleh Ginting dkk. (2013). Berdasarkan hasil uji normalitas, data tidak berdistribusi normal sehingga analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara skor BMI dan skor BDI-II pada individu emerging adulthood. Temuan ini menunjukkan bahwa BMI bukan merupakan determinan tunggal terhadap munculnya gejala depresi. Hubungan antara BMI dan depresi lebih tepat dipahami sebagai fenomena yang bersifat multidimensional, di mana berbagai faktor biologis, psikologis, dan sosial saling berinteraksi dalam memengaruhi kondisi kesehatan mental individu. Dengan demikian, hasil penelitian ini mendukung penggunaan pendekatan Model Biopsikososial dalam memahami hubungan antara status gizi dan depresi pada fase emerging adulthood.
| Item Type: | Article | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Body Mass Index (BMI), depresi, Beck Depression Inventory-II (BDI-II), emerging adulthood, Model Biopsikososial. | ||||||
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF511-593 Emotion, Feeling, Affection B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF636-637 Applied Psychology B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF712-724.85 Developmental Psychology |
||||||
| Divisions: | 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Depositing User: | Muhammad Rabbani Trimeza Putra | ||||||
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 01:01 | ||||||
| Last Modified: | 21 Jul 2026 01:01 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144040 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


