Annisa Alfinur Masithoh, - (2022) Analisis Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Aksesibilitas Dalam Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Lansia : (Studi Di Tiga Kabupaten Wilayah Pantai Utara Jawa Timur). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
101711133039_HALAMAN JUDUL.pdf Download (415kB) |
|
|
Text (BAB I)
101711133039_BAB I.pdf Download (117kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101711133039_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah penduduk lansia terbanyak di Indonesia. Tingginya populasi lansia mengakibatkan banyak timbul masalah penyakit degeneratif. Menurut Riskesdas, penyakit degeneratif paling banyak di Jawa Timur yaitu hipertensi, yang mana diketahui banyak diderita lansia yang tinggal di daerah pesisir atau pantai. Tiga Kabupaten yang berada di wilayah pantai utara Jawa Timur dan memiliki karakteristik serta kultur serupa adalah Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Gresik. Ketiga kabupaten tersebut pada era pandemi COVID-19 memiliki cakupan pelayanan kesehatan lansia yang belum memenuhi SPM (100%), yaitu hanya berada pada angka 52,4-78,6%. Sehingga, tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap aksesibilitas dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan lansia di 3 kabupaten wilayah pantai utara Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 390 lansia di Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Gresik. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner melalui google form. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi logistik ordinal dan regresi logistik biner. Hasil penelitian uji pengaruh barrier factors terhadap aksesibilitas menghasilkan physical barriers yaitu kemampuan bergerak atau berjalan (P=0,030) dan kepemilikan transportasi (P=0,000), economic barriers yaitu kemampuan ekonomi (P=0,005) dan kepemilikan BPJS (P=0,015), serta geographic barriers yaitu jarak puskesmas (P=0,135) dan jarak posyandu (P=0,023). Uji pengaruh aksesibilitas terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan lansia menghasilkan acceptability (P=0,018), affordability (P=0,001), availability (P=0,398), physical accessibility (P=0,122), dan accommodation (P=0,082). Kesimpulannya, barrier factors yang berpengaruh terhadap aksesibilitas lansia adalah kemampuan bergerak, kepemilikan transportasi, kemampuan ekonomi, kepemilikan BPJS, dan jarak ke posyandu lansia. Dimensi aksesibilitas yang berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan lansia adalah acceptability dan affordability
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKM.16/22 Ann a | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Barrier factors, Demand factors, Aksesibilitas, Pelayanan Kesehatan Lansia | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine | ||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 02:50 | ||||||
| Last Modified: | 23 Jul 2026 02:50 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144119 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


