Avriel Divana Putriandhini, - and Atika Dian Ariana, - (2026) Peran Self-Compassion sebagai Moderator Hubungan antara Disregulasi Emosi dan Perilaku Menyakiti Diri Sendiri pada Perempuan Remaja Akhir. Repository Universitas Airlangga. (Unpublished)
|
Text (Artikel Ilmiah)
Artikel Ilmiah_Avriel Divana Putriandhini_113221216.docx.pdf Download (454kB) |
Abstract
Perilaku menyakiti diri sendiri (Non-Suicidal Self-Injury atau NSSI) adalah tindakan menyakiti diri sendiri secara sengaja tanpa niat bunuh diri, yang umumnya ditemukan pada remaja putri. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perilaku ini adalah disregulasi emosi, sementara belas kasih diri dipandang sebagai faktor pelindung yang dapat membantu individu mengatasi emosi negatif secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran belas kasih diri sebagai moderator dalam hubungan antara disregulasi emosi dan perilaku NSSI pada remaja putri akhir. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dari 150 remaja putri berusia 17-21 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Difficulties in Emotion Regulation Scale-Short Form (DERS-SF), Self-Compassion Scale (SCS), dan Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) Bagian I. Analisis data dilakukan menggunakan PROCESS Macro Hayes Model 1 dengan estimasi Heteroscedasticity-Consistent Standard Error (HC3). Hasil menunjukkan bahwa model keseluruhan bersifat signifikan (R² = 0,1575; F = 7,5272; p = 0,0001). Belas kasih diri terbukti menjadi prediktor langsung yang signifikan dalam menurunkan perilaku NSSI (p < 0,001), sedangkan disregulasi emosi tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan (p = 0,1488). Namun demikian, belas kasih diri tidak terbukti berperan sebagai moderator dalam hubungan antara disregulasi emosi dan perilaku NSSI (p = 0,5132). Perlu dicatat bahwa hasil uji korelasi menunjukkan arah hubungan yang negatif antara disregulasi emosi dan perilaku NSSI, berlawanan dengan arah yang diprediksi secara teoretis, sehingga temuan terkait hubungan ini perlu mendapatkan perhatian khusus dan belum dapat dijadikan rujukan atau sitasi bagi penelitian lain tanpa kehati-hatian dalam menginterpretasikannya. Studi ini menekankan pentingnya belas kasih diri sebagai faktor protektif independen dalam upaya pencegahan dan intervensi terhadap perilaku NSSI pada remaja perempuan akhir. Kata kunci: disregulasi emosional, belas kasih diri, perilaku menyakiti diri sendiri non-bunuh diri, NSSI, remaja perempuan akhir.
| Item Type: | Article | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | disregulasi emosional, belas kasih diri, perilaku menyakiti diri sendiri non-bunuh diri, NSSI, remaja perempuan akhir. | ||||||
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF1-940 Psychology B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF511-593 Emotion, Feeling, Affection |
||||||
| Divisions: | 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Depositing User: | Divana Avriel Putriandhini | ||||||
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 02:22 | ||||||
| Last Modified: | 27 Jul 2026 02:23 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144166 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


