Levina Afifah Felicia, - and Afif Kurniawan, - (2026) Gambaran Pengalaman Sleep-Wake Disorder Pada Personel Militer Dalam Satgas Perbatasan Angkatan Darat. Repository Universitas Airlangga. (Unpublished)
|
Text (Artikel Ilmiah)
Artikel Ilmiah Levina Afifah Felicia.docx.pdf Download (275kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tuntutan penugasan Satgas Pengamanan Perbatasan Angkatan Darat yang mengharuskan personel berada dalam kondisi siaga, menghadapi lingkungan berisiko, pola jaga yang tidak teratur, serta keterbatasan waktu istirahat. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas tidur dan memunculkan gejala sleep-wake disorder. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman personel militer selama menjalankan penugasan Satgas Perbatasan Angkatan Darat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan munculnya gejala sleep-wake disorder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Partisipan penelitian terdiri atas tiga personel militer Angkatan Darat yang pernah menjalankan penugasan Satgas Perbatasan sebagai subjek utama serta tiga significant others sebagai sumber informasi pendukung. Data dikumpulkan melalui screening awal, wawancara semi-terstruktur, member checking, dan dokumentasi terbatas. Analisis data dilakukan menggunakan tahapan direct interpretation, categorical aggregation, dan pattern identification sesuai pendekatan Stake (1995) untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala sleep-wake disorder berkaitan dengan empat faktor utama, yaitu faktor penugasan, faktor lingkungan, faktor sosial, dan kondisi pascapenugasan. Pengalaman selama penugasan ditandai oleh tuntutan operasional yang tinggi, sistem patroli dan pola jaga yang tidak teratur, lingkungan berisiko, serta kewaspadaan (hypervigilance) yang menetap. Kondisi tersebut berkaitan dengan munculnya kesulitan memulai tidur, sering terbangun pada malam hari, mimpi buruk, penurunan kualitas tidur, kelelahan, gangguan konsentrasi, serta sensitivitas terhadap stimulus tertentu yang masih dirasakan beberapa bulan setelah penugasan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi coping dan dukungan sosial dari keluarga maupun rekan satuan berperan dalam membantu proses penyesuaian dan pemulihan kualitas tidur setelah penugasan.
| Item Type: | Article | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sleep-wake disorder, personel militer, Satgas perbatasan, hyperarousal, psikologi militer | ||||||
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology U Military Science > U Military Science (General) |
||||||
| Divisions: | 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Depositing User: | Afifah Felicia | ||||||
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 07:50 | ||||||
| Last Modified: | 28 Jul 2026 07:50 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144194 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


