Anggara Widyartanto, - (2022) Pemetaan Tingkat Risiko Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kota Madiun. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
101711133205_HALAMAN JUDUL.pdf Download (530kB) |
|
|
Text (BAB I)
101711133205_BAB I.pdf Download (101kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101711133205_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit tropis berbasis lingkungan yang masih endemis di Indonesia. Kajian terkait kesehatan dengan model spasial secara geografis dapat menjelaskan tentang dimana, mengapa, dan apa implikasi mengenai masalah kesehatan di suatu wilayah. Sistem informasi geografis (SIG) dapat dijadikan alat bantu yang mendukung penyelidikan epidemiologi DBD serta dapat memantau kondisi daerah rawan penyakit DBD. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat risiko penyakit DBD di Kota Madiun tahun 2020 secara spasial dengan memperhatikan variabel yang menjadi faktor risiko penyebab DBD (kepadatan penduduk, angka bebas jentik, dan curah hujan). Metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis data sekunder digunakan dalam penelitian ini dan menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh wilayah kelurahan di Kota Madiun. Analisis data dilakukan dengan menghitung skoring untuk penentuan tingkat risiko DBD dan memetakan secara spasial tingkat risiko DBD dan kasus DBD untuk melihat wilayah yang berisiko terjadinya kasus DBD. Hasil penelitian diketahui bahwa pada tahun 2018, 2019, dan 2020, kasus DBD di wilayah Kota Madiun mengalami tren yang fluktuatif dan peningkatan terjadi pada tahun 2019. Mayoritas kelurahan di Kota Madiun pada tahun 2020 berada pada kategori sedang untuk jumlah kasus DBD, memiliki jumlah kepadatan penduduk pada kategori rendah, kondisi ABJ di 16 kelurahan masuk kategori sedang, dan untuk curah hujan semua wilayah kelurahan berada pada kategori sedang. Peta tingkat risiko dan kasus DBD menunjukkan bahwa tingkat risiko penyakit DBD yang tinggi cenderung berkelompok dan terpusat pada tengah Kota Madiun. Kesimpulan penelitian ini adalah berdasarkan tingkat risiko dan kasus penyakit DBD tahun 2020 menunjukkan pada kelurahan dengan tingkat risiko sedang mayoritas memiliki kasus DBD yang rendah dan terdapat 6 kelurahan dengan tingkat risiko tinggi memiliki kasus DBD yang rendah karena dapat dipengaruhi oleh faktor risiko yang memungkinkan kasus DBD rendah seperti ABJ dengan angka >95%. Pencegahan penyakit DBD dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya peningkatan kasus seperti kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan kegiatan 3M plus (menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas, dan mencegah gigitan serta perkembangbiakan nyamuk).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKM.22/22 Ang p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pemetaan, Demam Berdarah Dengue, Faktor Lingkungan | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine | ||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 04:22 | ||||||
| Last Modified: | 28 Jul 2026 04:22 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144202 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


