Diska Ayu Nur Aini, - (2022) Konsep Diri Anak Bungsu Pada Tipe Keluarga Orang Tua Utuh Dan Tipe Keluarga Orang Tua Tunggal : Studi Kasus Pada Keluarga Utuh Dan Keluarga Tidak Utuh. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071811533024_HALAMAN JUDUL.pdf Download (868kB) |
|
|
Text (BAB I)
071811533024_BAB I.pdf Download (894kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811533024_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini berfokus untuk melihat konsep diri anak bungsu pada tipe keluarga utuh dan tipe keluarga tidak utuh (single parent) dengan menggunakan perspektif keilmuan komunikasi keluarga. Latar belakang penelitian ini ialah fenomena stereotip sindrom anak bungsu yang berkembang luas di masyarakat, khususnya di Kota Surabaya. Stereotip sindrom anak bungsu ini mencakup banyak hal meliputi stereotip positif dan negatif, walaupun demikian stereotip yang berkembang luas di masyarakat cenderung mengarah kepada stereotip negatif. Keseluruhan stereotip yang melekat pada anak bungsu tersebut, tidak dapat dijadikan bukti konkret untuk menggeneralisasikan karakter anak bungsu secara umum, pasalnya setiap anak memiliki konsep diri yang berbeda. Konsep diri anak bungsu dapat dibentuk melalui umpan balik yang diperoleh ketika berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang terdekatnya, yakni orang tua. Penelitian ini menggunakan teori milik Firtzpatric dan Koerner mengenai pola komunikasi keluarga dan teori milik William Howard Fitts mengenai konsep diri. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan tipe penelitian deskriptif. Subjek penelitian, yaitu orang tua utuh serta orang tua tunggal yang bertempat tinggal di Surabaya dan sedang memiliki anak bungsu yang berada pada rentang usia kanak-kanak pertengahan (7-12 tahun) maupun remaja (13-18 tahun). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwasannya masing-masing keluarga dengan latar belakang yang sama sekalipun baik orang tua utuh maupun orang tua tunggal membentuk dan mengembangkan tipe keluarga yang berbeda. Hal yang melatarbelakangi perbedaan ini ialah adanya perbedaan konteks komunikasi yang berkembang dalam sebuah keluarga, yaitu orientasi percakapan dan orientasi konformitas. Dengan begitu, bentuk konsep diri pada setiap keluarga yang menjadi narasumber atau informan juga berbeda-beda.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | "KKB KK-2 S. FISIP. K. 38/22 Dis k" | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tipe keluarga, orang tua utuh, orang tua tunggal, anak bungsu, konsep diri | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 01:15 | ||||||
| Last Modified: | 29 Jul 2026 01:15 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144225 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


