ANITA KURNIATI (2022) EKSPRESI DAN KARAKTERISASI FUSI GEN MODUL PENGIKAT KARBOHIDRAT CBM36 DENGAN LAKASE LCC2. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
081617027317_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
081617027317_BAB I.pdf Download (467kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
081617027317_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Pengembangan green teknologi dapat dilakukan dengan penggunaan enzim. Salah satu contoh penggunaan enzim adalah pada proses biobleaching. Enzim lakase berperan dalam proses degradasi lignoselulosa. Lakase merupakan enzim yang dapat menghilangkan lignin pada proses pulping di industri pulp dan kertas. Selama ini industri pulp dan kertas menggunakan metode konvesional dalam menghilangkan lignin. Salah satu contoh bahan kimia yang digunakan untuk menghilangkan lignin adalah klorin. Pengunaan klorin menjadikan biaya proses lebih mahal dan tidak ramah lingkungan. Lakase juga digunakan untuk mendelignifikasi sisa lignin setelah proses pulping. Dalam industri pulp dan kertas perlu adanya pengembangan dengan meningkatkan efisiensinya dalam menghidrolisis lignoselulosa, sehingga akses enzim ke dinding sel polisakarida juga akan meningkat. Salah satu caranya adalah dengan menambahkan modular pengikat karbohidrat atau CBM (carbohydrate binding module). Carbohydrate binding module 36 (CBM36) adalah merupakan modul non katalitik yang menjadi bagian enzim ?-D-xilosidase Gbtxyl43B. Pada penelitian ini dilakukan fusi gen cbm36 penyandi ?-D-xilosidase (GbtXy43B) dengan gen penyandi lakase lcc2 dari Pleurotus salmoneostramineus, karakteristik protein fusi CBM36-LCC2 yang diekspresikan di E. coli serta menentukan aktivitas lakase LCC2 sebelum dan setelah difusikan dengan CBM36. Fusi dilakukan dengan metode amplifikasi menggunakan overlapping, kemudian gen fusi dikloning dan diekspresikan di pET32a dan dianalisis sifat-sifat biokimianya diantaranya massa molekul, pH optimal, suhu optimal, stabilitas pH dan termostabilitas. Aktivitas enzim lakase LCC2 ditentukan dengan menggunakan substrat 2,2?-azino-bis (3- ethylbenzothiazoline-6-sulfonate (ABTS). Fusi gen penyandi cbm36 ?-D-xilosidase (GbtXy43B) dengan gen penyandi lakase lcc2 dari Pleurotus salmoneostramineus telah berhasil dilakukan dengan ukuran gen cbm36lcc2 7907 bp. Analisis prorein didapatkan berat molekul protein CBM36-LCC2 sebesar 73 kDa. Aktivitas enzim lakase setelah fusi (CBM36-LCC2) mengalami peningkatan dengan aktivitas sebesar 44,2778 U/mL dibandingkan dengan enzim lakase sebelum fusi (LCC2) sebesar 24,9444 U/mL. Enzim lakase CBM36-LCC2 mempunyai pH optimal 6 dan suhu optimal 60?C. Enzim ini juga stabil pada pH 5 – 7 dan stabil pada suhu 60?C selama 125 menit. Enzim lakase CBM36-LCC2 stabil selama 125 menit dan pada pH 5 – 7.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK D.FST 03 - 23 Ani e | ||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Carbohydrate Binding module 36, Laccase, Pleurotus salmoneostramineus, ?-D-xylosidase (GbtXy43B) | ||||||||||||
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD194-195 Environmental effects of industries and plants | ||||||||||||
| Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Matematika dan IPA (S3) | ||||||||||||
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||||||||
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 07:50 | ||||||||||||
| Last Modified: | 04 Aug 2026 07:50 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144374 | ||||||||||||
| Sosial Share: | |||||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


