Hubungan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Pada Masyarakat Perkotaan Dan Perdesaan Di Indonesia Berdasarkan Analisa Data Sekunder SDKI 2017

Noki Rieke Diah Ayu Yuwana, - (2022) Hubungan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Pada Masyarakat Perkotaan Dan Perdesaan Di Indonesia Berdasarkan Analisa Data Sekunder SDKI 2017. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
101711233036_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (534kB)
[img] Text (BAB I)
101711233036_BAB I.pdf

Download (196kB)
[img] Text (FULLTEXT)
101711233036_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab utama angka kematian neonatal di Indonesia. Persentase BBLR di perdesaan lebih tinggi dibandingkan perkotaan ditambah dengan pemanfaatan fasilitas kesehatan yang juga lebih rendah termasuk kunjungan antenatal care (ANC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ANC maupun faktor risiko lainnya dengan BBLR pada masyarakat perkotaan dan perdesaan. Penelitian menggunakan data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2017. Responden penelitian yaitu 13.473 yang berusia 15-49 tahun yang memiliki bayi lahir hidup dalam 5 tahun sebelum survei serta memenuhi seluruh variabel penelitian. Analisis yang dilakukan meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden serta uji regresi logistik dan chi-square untuk menentukan faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR. Prevalensi BBLR di perdesaan lebih tinggi (6,9%) dibandingkan dengan perkotaan (5,9%). Hasil penelitian wilayah perkotaan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kejadian BBLR dengan pendidikan ibu (p=0,025), K4 (p=0,019) dan dukungan suami (p=0,013). Sedangkan hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p=<0,001), K4 (p=0,001), dukungan suami (p=0,003) dan akses ke fasilitas kesehatan (p=0,021) dengan kejadian BBLR pada wilayah perdesaan. Hasil multivariat menunjukkan ibu dengan ANC <4 kali meningkatkan risiko mempunyai bayi dengan BBLR pada perdesaan (OR=1,6; 95%CI=1,227-2,203) dan perkotan (OR=1,6; 95%CI=1,103-2,463). Kesimpulan penelitian yaitu pendidikan ibu, K4 dan dukungan suami berhubungan dengan kejadian BBLR pada wilayah perkotaan dan perdesaan sehingga diperlukan dukungan peran dari semua pemangku kebijakan untuk meningkatkan kepatuhan ANC dan menurunkan risiko kejadian BBLR terutama promosi pada ibu yang tergolong pendidikan rendah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM.G.04/22 Nok h
Uncontrolled Keywords: Berat bayi lahir rendah, kunjungan antenatal, perdesaan, perkotaan
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Program Studi Gizi
Creators:
CreatorsNIM
Noki Rieke Diah Ayu Yuwana, -NIM101711233036
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorTRIAS MAHMUDIONO, -NIDN0024038105
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 06 Aug 2026 01:48
Last Modified: 06 Aug 2026 01:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144421
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item