KARINA YUDITHIA AYUNINGRUM, - (2022) EFEK PENAMBAHAN TERAPI INTERFERENTIAL CURRENT TERHADAP AMPLITUDO OTOT DASAR PANGGUL PADA ANAK PALSI SEREBRAL DENGAN KONSTIPASI. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (cover)
COVER.pdf Download (193kB) |
|
|
Text (bab I)
BAB I.pdf Download (44kB) |
|
|
Text (fulltext)
011728166303.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
"Latar Belakang: Konstipasi merupakan salah satu masalah gastrointestinal yang sering timbul pada anak palsi serebral. Spastisitas otot dasar panggul menyebabkan relaksasi yang tidak adekuat sehingga menyulitkan proses defekasi. Tonus dan kekuatan otot dasar panggul dapat dilihat dengan pemeriksaan surface electromyography (sEMG) dengan melihat amplitudo otot dasar panggul menggunakan elektroda yang ditempelkan dipermukaan kulit perianal. Obyektif: Untuk mengetahui efek penambahan terapi IFC pada terapi standar laktulosa terhadap amplitudo otot dasar panggul pada anak palsi serebral dengan konstipasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan randomized pre-post test with control design. Subyek penelitian adalah 18 orang anak palsi serebral berusia antara 4 hingga 18 tahun dengan konstipasi kronis (kriteria ROME IV) di Poli rawat jalan Rehabilitasi Medik RS Dr Soetomo dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberikan terapi interferential current (IFC) setelah pemberian terapi standar laktulosa dan kelompok kontrol yang mendapat laktulosa saja. Parameter yang dinilai adalah amplitudo otot dasar panggul saat istirahat dan kontraksi. Pengukuran dilakukan dua kali, yaitu sebelum dan satu minggu sesudah selesai serial terapi IFC. Data yang didapatkan dianalisis dengan program SPSS. Hasil: Aktivitas otot dasar panggul saat istirahat sebelum dan setelah terapi pada kelompok perlakuan menunjukkan penurunan amplitudo yang signifikan (p=0,036) dengan rata - rata 32,18 + 43,09 ?V sebelum terapi dan 19,09 + 30,14 ?V setelah terapi, walaupun perbedaan antara kedua kelompok tidak signifikan. Terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,035) pada perbandingan selisih penambahan aktivitas otot dasar panggul saat istirahat dan saat kontraksi antara kedua kelompok. Peningkatan kekuatan otot dasar panggul yang lebih besar pada kelompok perlakuan yaitu 19,63 + 26,73 dan hanya 10,4 + 26,69 pada kelompok kontrol. Kesimpulan: Terapi IFC memberikan efek positif pada perbaikan tonus otot dasar panggul anak palsi serebral dengan menurunkan aktivitas otot saat istirahat sehingga dapat berguna bagi pasien-pasien yang mengalami spastisitas. Terapi IFC dapat meningkatkan kekuatan otot pada saat kontraksi secara tidak signifikan, namun masih menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan pemberian terapi standar saja. IFC dapat digunakan sebagai terapi tambahan pada anak palsi serebral dengan konstipasi untuk mendapatkan respons klinis yang lebih baik dan tanpa efek samping. "
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.IFR 04 - 23 Kar e | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Interferential Current, Pelvic Floor Muscle Amplitude, Lactulose, Constipation, Cerebral Palsy | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC475-489 Therapeutics. Psychotherapy R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran Fisik Dan Rehabilitasi (Spesialis) | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 07:03 | ||||||
| Last Modified: | 10 Aug 2026 07:03 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144506 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


