RUSDI ZAKKI AMINY, - (2022) Perbandingan Kadar D-Dimer Hari Ke 1, 4, 7 Berdasarkan Luaran Kematian Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Pneumonia COVID-19. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (Cover)
COVER.pdf Download (239kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (22kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
011718026311.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
"Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan komorbiditas yang cukup banyak dijumpai pada pasien COVID-19. Diabetes dapat meningkatkan kerentanan invidu untuk terinfeksi COVID-19, dan lebih lanjut dapat meningkatkan derajat keparahan dan mortalitas pasien yang terinfeksi COVID-19. Berbagai studi menunjukkan bahwa peningkatan D-dimer sebagai penanda kondisi hiperkoagulasi merupakan prediktor independen mortalitas akibat COVID-19. Tujuan: Menganalisis perbandingan kadar D-dimer hari ke 1, 4, 7 berdasarkan luaran kematian pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan pneumonia COVID-19 yang dirawat di ruang isolasi khusus RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional cross sectional dengan menggunakan data sekunder rekam medis. Secara konsekutif sampling, data dari rekam medis dicatat kadar D-dimer pada hari ke 1, 4, dan 7, kemudian dibandingkan nilainya antara pasien dengan luaran meninggal dan hidup. Hasil: Total subyek penelitian sebanyak 224 pasien, pasien dengan luaran meninggal sebanyak dan hidup sebanyak 59 (26.3%) dan hidup sebanyak 165 (73.7%). Median usia subyek penelitian yaitu 54 tahun dengan proporsi laki-laki 51.3% dan perempuan 48.7%. Sebagian besar pasien dengan riwayat diabetes selama kurang dari 5 tahun (41.1%) dan pertama terdiagnosis (32.1%). Batuk, demam dan sesak napas merupakan gejala yang tersering ditemukan. Hipertensi merupakan komorbiditas yang paling banyak menyertai. Median D-dimer hari ke 1, 4, 7 pada pasien dengan luaran meninggal berturut - turut 2640, 2620, 3790 ng/ml, sedangkan pada pasien hidup berturut - turut 870, 960, 930 ng/ml. Didapatkan perbedaan yang signifikan antar nilai D-dimer pada pasien hidup (p=0.001), namun tidak didapatkan perbedaan signfikan pada pasien meninggal (p=0.534). Kadar D-dimer pada pasien meninggal didapatkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan pasien hidup secara konsisten pada hari ke 1, 4, dan 7 dengan masing - masing nilai p 0.000. Kesimpulan: Kadar D-dimer pada pasien meninggal lebih tinggi dibandingkan pasien hidup pada hari ke 1, 4, dan 7. Pada pasien hidup, D-dimer hari ke 4 mengalami peningkatan dibandingkan hari ke 1, kemudian turun pada hari ke 7. Kata kunci : COVID-19, diabetes melitus, D-dimer, mortalitas"
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.PD 12 - 23 Rus p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | COVID-19, diabetes mellitus, D-dimer, mortality | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine | ||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Dalam | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 07:12 | ||||||
| Last Modified: | 10 Aug 2026 07:12 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144507 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


