EFEK PENAMBAHAN TERAPI ELEKTRIK INTERFERENSIAL TRANSABDOMINAL TERHADAP GANGGUAN DEFEKASI DAN KUALITAS HIDUP PADA ANAK PALSI SEREBRAL DENGAN KONSTIPASI

KARINA YUDITHIA AYUNINGRUM, - (2022) EFEK PENAMBAHAN TERAPI ELEKTRIK INTERFERENSIAL TRANSABDOMINAL TERHADAP GANGGUAN DEFEKASI DAN KUALITAS HIDUP PADA ANAK PALSI SEREBRAL DENGAN KONSTIPASI. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (Cover)
cover.pdf

Download (171kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (48kB)
[img] Text (Full text)
011728166303.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

"Latar Belakang: Konstipasi merupakan salah satu masalah gastrointestinal yang sering terjadi pada anak dengan palsi serebral. Konstipasi kronis mempengaruhi antara 25% dan 75% anak-anak palsi serebral. Konstipasi sering diabaikan pada anak-anak dengan palsi serebral karena dianggap sebagai konsekuensi alami dari penyakit dan akibat dari faktor lain yang diprioritaskan dalam terapi, seperti kejang dan deformitas postural. Rasa sakit dan ketidaknyamanan yang sering menyertai konstipasi kronis mempengaruhi perilaku dan mengurangi kualitas hidup secara keseluruhan. Laktulosa dapat mengatasi gejala konstipasi yang bersifat sementara dan dapat mengakibatkan beberapa efek samping. IFC ketika digunakan untuk mengobati inkontinensia urin dapat menyebabkan diare, sehingga diasumsikan bahwa IFC juga dapat digunakan untuk terapi konstipasi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi IFC terhadap terapi standar laktulosa dalam mengatasi konstipasi dan peningkatan kualitas hidup pada anak palsi serebral dengan konstipasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan randomized pre-post test and control design. Delapan belas anak palsi serebral berusia 4 hingga 18 tahun dengan konstipasi kronis (kriteria ROME IV) dilibatkan dalam penelitian ini. Pemeriksaan dan intervensi dilakukan di Poliklinik Rawat Jalan Rehabilitasi Medik RSUD Dr Soetomo. Subyek secara acak dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberikan terapi IFC setelah terapi laktulosa standar dan kelompok kontrol (terapi laktulosa standar). Parameter yang dinilai dalam penelitian ini adalah Pediatric Incontinence and Constipation Score (PICS), dan kualitas hidup (PedsQL) modul palsi serebral. Pengukuran dilakukan dua kali, pada awal sebelum intervensi dan satu minggu setelah selesainya rangkaian terapi IFC. Data yang diperoleh dianalisis dengan program SPSS. Hasil: PICS untuk konstipasi sebelum dan sesudah IFC membaik 9,89 ± 5,63 menjadi 15,33 ± 5,76 (P= 0,005) dan untuk inkontinensia tidak membaik (P= 0,606). PedsQL membaik pada palsi serebral dengan konstipasi setelah mendapat terapi tambahan IFC pada parameter nyeri (p = 0,008). Kesimpulan: Terapi IFC berpengaruh positif terhadap perbaikan konstipasi dan kualitas hidup pada anak palsi serebral. IFC dapat digunakan sebagai terapi tambahan pada anak palsi serebral dengan konstipasi untuk mendapatkan respon klinis yang lebih baik tanpa efek samping. "

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKA KK Sp.FK.IFR 05 - 23 Kar e
Uncontrolled Keywords: Interferential Current, Lactulose, Constipation, Cerebral Palsy, PICS, PedsQL
Subjects: Q Science > QC Physics > QC875.5-876.7 Meterological Instruments
R Medicine > RC Internal medicine > RC475-489 Therapeutics. Psychotherapy
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran Fisik Dan Rehabilitasi (Spesialis)
Creators:
CreatorsNIM
KARINA YUDITHIA AYUNINGRUM, -NIM011728166303
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSRI MARDJIATI MEI WULAN, -NIDN-
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 11 Aug 2026 08:56
Last Modified: 11 Aug 2026 08:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144566
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item