PENGARUH PEMBENTUKAN KOKRISTAL BAHAN OBAT YANG BERASAL DARI ALAM TERHADAP KELARUTAN DAN LAJU DISOLUSI (LITERATURE REVIEW)

Muhammad Arya Barry, - (2022) PENGARUH PEMBENTUKAN KOKRISTAL BAHAN OBAT YANG BERASAL DARI ALAM TERHADAP KELARUTAN DAN LAJU DISOLUSI (LITERATURE REVIEW). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (cover)
COVER.pdf

Download (229kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (47kB)
[img] Text (full text)
051511133109.pdf
Restricted to Registered users only

Download (720kB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

"Potensi tumbuhan obat di kawasan hutan Indonesia sangat tinggi karena tingginnya tingkat keanekaragaman hayati terutama pada hutan tropis yang belum teridentifikasi. Selain itu, di Indonesia masih terdapat sejumlah hutan primer yang masih terjaga kondisinya yang relatif masih luas. Sebagai ilustrasi, saat ini terdapat sekitar 9600 spesies tumbuhan yang diketahui mempunyai khasiat obat, namun hanya sekitar 200 spesies saja yang dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk industri obat tradisional. Penelitian kimia organik bahan alam belakangan ini telah berkembang dengan pesat, terutama dalam mendapatkan senyawa-senyawa organik yang berkhasiat sebagai obat. Senyawa-senyawa organik tersebut memiliki bioavailabilitas yang buruk, sehingga masih dapat diperbaiki. Cara termudah untuk meningkatkan sifat kristal, kelarutan, dan stabilitas suatu senyawa adalah memodifikasinya dalam bentuk garam. Namun tidak semua senyawa dapat dimodifikasi menjadi bentuk garam. Kokristal merupakan alternatif dari garam ketika zat aktif tidak memiliki sifat fasa solid yang sesuai atau tidak bisa dibentuk menjadi garamnya karena tidak adanya sisi yang dapat diionisasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembentukan kokristal bahan obat yang berasal dari alam pada kelarutan dan laju disolusinya yaitu diantaranya kuersetin , piperin , kurkumin dan p-metoksisinamat (APMS). Dari pencarian pada database dengan kata kunci cocrystal, crystal complex, coformer, enhance solubility. Terdapat 21 artikel yang diekstraksi dan dipelajari lebih lanjut. Hasil dari studi literatur menunjukkan pembentukan kokristal pada senyawa-senyawa tersebut meningkatkan kelarutan dan laju disolusinya. Masing-masing metode dan pembentukan kokristal terbaik dengan peningkatan kelarutan dan laju disolusinya dari kuersetin, piperin, kurkumin dan APMS adalah; kuersetin-asam suksinat dengan metode liquid assisted grinding (peningkatan kelarutan 1,62 kali dan laju disolusi 1,25 kali lipat), piperin-asam suksinat (perbandingan molar 2:1) dengan metode lumpuran (peningkatan kelarutan 4 kali dan laju disolusi 2,18 kali lipat), kurkumin-asam askorbat dengan metode penguapan pelarut (peningkatan kularutan 10 kali dan laju disolusi 2,7 kali lipat), dan APMS-urea (perbandingan molar 1:2) dengan metode penguapan pelarut (peningkatan kelarutan 1,6 kali lipat). Masih terdapat kemungkinan yang luas untuk meningkatkan performa dari senyawa-senyawa tersebut dengan metode metode kokristalisasi yang belum diuji dan pilihan koformer lain yang mendukung"

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FF 16 - 23 Muh p
Uncontrolled Keywords: Cocrystal, crystal complex, coformer, natural product
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Farmasi
Creators:
CreatorsNIM
Muhammad Arya Barry, -NIM051511133109
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorDWI SETYAWAN, -NIDN-
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 12 Aug 2026 03:51
Last Modified: 12 Aug 2026 03:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144600
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item