Hasina Tasya, - (2022) Pengaruh Irama Sirkadian Dan Penambahan Melatonin Terhadap Kadar Ghrelin, Serotonin, Dan IL-10 Pada Hewan Coba Tikus Wistar (Rattus norvegicus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021811133084_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
021811133084_BAB I.pdf Download (86kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021811133084_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Perkembangan teknologi saat ini menyebabkan 62% penduduk bumi terpapar cahaya buatan di malam hari. Perubahan gaya hidup dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, dan obesitas. Terdapat lebih dari 650 juta orang di dunia mengalami obesitas dengan faktor resiko terjadinya penyakit periodontal dan berbagai bentuk kanker rongga mulut. Gangguan irama sirkadian tubuh akibat siklus tidur tidak teratur (begadang), paparan cahaya di malam hari, dan faktor psikososial (stress) merupakan salah faktor resiko yang mendukung terjadinya obesitas. Paparan cahaya di malam hari menghambat sekresi melatonin sehingga siklus tidur menjadi tidak teratur dan dapat menyebabkan terjadinya stress yang diatur oleh hormon serotonin. Stress dan penurunan kadar melatonin dapat menyebabkan peningkatan kadar ghrelin yang mempengaruhi nafsu makan. Atas teori yang sudah ada maka dilakukan penelitian dengan harapan kedepannya dapat ditentukan cara pencegahan obesitas akibat gangguan irama sirkadian menggunakan suplementasi melatonin eksternal.Tujuan: Mengetahui pengaruh gangguan irama sirkadian dan penambahan melatonin terhadap kadar ghrelin, serotonin, dan konsentrasi IL-10. Metode: Perlakuan fotoperiode dan pemberian melatonin eksternal dilakukan pada tiga kelompok uji (Kontrol-Gelap-Terang) yang telah diberi diet tinggi karbohidrat. Pengukuran kadar ghrelin, serotonin, dan konsentrasi IL-10 dilakukan menggunakan ELISA (Enzyme-linked Immunosorbent Assay.) Hasil: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) pada kadar ghrelin, serotonin, dan IL-10 pada tiga kelompok uji (Kontrol-Gelap-Terang), serta tidak ada korelasi / hubungan diantara ketiganya (p>0,05). Kesimpulan: Pemberian melatonin secara eksternal pada tikus Wistar dengan gangguan irama sirkadian tidak mempengaruhi kadar serotonin, namun dapat mempengaruhi kadar ghrelin dan IL-10.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG.150/22 Has p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Irama sirkadian, ghrelin, serotonin, interleukin-10, obesitas | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | sugiati | |||||||||
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 01:29 | |||||||||
| Last Modified: | 14 Aug 2026 01:29 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144663 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


