PENGARUH PEMBERIAN TRANSDERMAL KARBON DIOKSIDA TERHADAP PERUBAHAN KADAR MALONDIALDEHYDE SEBAGAI PREDIKTOR ISCHEMIA REPERFUSION INJURY PADA PASIEN YANG MENJALANI KLEM SILANG TEMPORER AORTA ABDOMINALIS

HARI DASWIN PAGEHGIRI (2022) PENGARUH PEMBERIAN TRANSDERMAL KARBON DIOKSIDA TERHADAP PERUBAHAN KADAR MALONDIALDEHYDE SEBAGAI PREDIKTOR ISCHEMIA REPERFUSION INJURY PADA PASIEN YANG MENJALANI KLEM SILANG TEMPORER AORTA ABDOMINALIS. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
012115653005_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (661kB)
[img] Text (BAB I)
012115653005_BAB I.pdf

Download (325kB)
[img] Text (FULLTEXT)
012115653005_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang. Penghentian aliran darah aorta dengan menerapkan klem silang temporer sering diterapkan sebagai kontrol perdarahan pada pasien dengan Plasenta Akreta saat histerektomi sesar, diklaim terjadi penurunan kehilangan darah, kebutuhan transfusi, dan meningkatkan visualisasi lapangan operasi. Setelah klem silang dibuka jaringan distal dari oklusi yang awalnya dalam keadaan iskemia mendapatkan aliran darah secara tiba-tiba menimbulkan Iskemia-Reperfusion Injury akibat pelepasan ROS. Pemberian CO2 secara transdermal diharapkan dapat menurunkan pelepasan ROS melalui Bohr Effect sehingga terjadi proteksi terhadap kejadian ischemia-reperfusion injury yang dapat dilihat dari kadar Malondialdehyde. Metode. Penelitian eksperimental ini melakukan perekrutan subjek penelitian dengan total sampling pada pasien dengan Plasenta Akreta yang menjalani klem silang temporer aorta abdominalis saat histerektomi sesar pada Januari 2022 sampai Juli 2022. Subjek dibagi dalam dua kelompok yaitu kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan pemberian transdermal CO2 segera setelah klem silang aorta dilepas. Setiap kelompok dilakukan pemeriksaan kadar MDA sebelum dan sesudah tindakan klem silang aorta abdominalis. Hasil. Jumlah sampel pada masing-masing kelompok kontrol dan eksperimen adalah 7 subjek penelitian. Terjadi peningkatan kadar MDA dari 19,779+0,870nmol/ml sebelum menjadi 21,104+1,053nmol/ml sesudah klem silang temporer aorta abdominalis dengan hasil rata-rata peningkatan sebesar 1,325+0,801nmol/ml (p=0.00). Kelompok perlakuan yang mendapat transdermal CO2 memiliki kecenderungan peningkatan kadar MDA yang lebih rendah yaitu 1,063+0,803nmol/ml dibandingkan dengan kelompok kontrol 1,586+0,766nmol/ml. Kesimpulan. Terjadi peningkatan kadar MDA sebagai prediktor ischemia-reperfusion injury pada pasien yang menjalani Klem Silang Temporer Aorta Abdominalis. Pemberian transdermal CO2 cenderung menekan terjadinya ischemia-reperfusion injury dilihat dari kadar MDA.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK T.FK.KK 41 - 23 Har p
Uncontrolled Keywords: Placenta accreta spectrum, temporary abdominal aortic cross-clamping, malondialdehyde, transdermal carbon dioxide
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik
Creators:
CreatorsNIM
HARI DASWIN PAGEHGIRINIM012115653005
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorPURUHITONIDN194311162020017101
Thesis advisorADITIAWARMANNIDN195811011989101002
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 14 Aug 2026 03:13
Last Modified: 14 Aug 2026 03:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144676
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item