Profil Klinis Wanita Menopause dengan Predisposisi Genetik Sindrom Metabolik di Kota Batam, Makassar, dan Surabaya

A. Insyirah Khaerana, - (2022) Profil Klinis Wanita Menopause dengan Predisposisi Genetik Sindrom Metabolik di Kota Batam, Makassar, dan Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (BAB I)
011911133015 BAB I.pdf

Download (45kB)
[img] Text (HALAMAN I)
011911133015 HALAMAN I.pdf

Download (471kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011911133015.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Menopause didefinisikan sebagai berhentinya menstruasi selama 12 bulan atau lebih. Wanita yang mengalami menopause sering tampak dengan beberapa gejala yang berhubungan dengan menopause. Gejala menopause merupakan masalah serius pada wanita menopause dikarenakan gejala menopause yang dialami oleh sebagian wanita dapat mengganggu kualitas hidup mereka. Sindrom metabolik terdiri dari kumpulan kelainan metabolik yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes mellitus. Faktor genetik maupun lingkungan memainkan peran penting dalam berkembangnya sindrom metabolik. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan profil klinis wanita postmenopause dengan predisposisi genetik sindrom metabolik. Metode: Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional dengan metode total sampling pada populasi wanita postmenopause dari 3 komunitas di Kota Batam, Makassar, dan Surabaya. Penelitian dilakukan secara online dengan menggunakan kuesioner. Hasil: Peneliti memilih 70 wanita postmenopause. Dari 70 responden, rata – rata usia responden adalah 55.66 ± 4.24 (SD) tahun. Usia rata – rata responden saat menopause adalah 50.01 ± 3.57 (SD) tahun. Mayoritas responden pada penelitian ini sudah menopause selama 1 – 5 tahun. Pekerjaan terbanyak yang dimiliki responden adalah sebagai PNS. Mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan lulus universitas. Responden yang berada dalam golongan pendapatan golongan 3 dan golongan 4 berjumlah sama. Gejala menopause terbanyak yang diderita oleh responden adalah keluhan fisik dan mental dan diikuti oleh rasa tidak nyaman pada persendian dan otot. Predisposisi genetik komponen sindrom metabolik terbanyak yang diderita responden dalam penelitian ini adalah obesitas sentral dan diikuti oleh hipertensi. Prevalensi komponen sindrom metabolik terbanyak yang diderita oleh responden adalah obesitas sentral, kemudian hipertensi. Terdapat berbagai faktor lain yang dapat mempengaruhi gejala menopause selain predisposisi genetik komponen sindrom metabolik dan komponen sindrom metabolik. Faktor-faktor tersebut antara lain: usia, lama menopause, dan karakteristik sosiodemografi. Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s exact test pada variabel predisposisi genetik komponen sindrom metabolik dan komponen sindrom metabolik terhadap gejala menopause, tidak ditemukan adanya korelasi yang signifikan antara variabel yang diuji.(P value > 0.05). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara variabel predisposisi genetik komponen sindrom metabolik dan variabel komponen sindrom metabolik terhadap variabel gejala menopause.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 141 - 23 A. p
Uncontrolled Keywords: Menopause, Menopausal symptoms, Genetic predisposition, Metabolic Syndrome
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
A. Insyirah Khaerana, -NIM011911133015
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 14 Aug 2026 07:15
Last Modified: 14 Aug 2026 07:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144701
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item