Hubungan Antara Gaya Hidup Anak Usia 6-12 Tahun Dengan Obesitas Sebagai Faktor Resiko Munculnya Sindroma Metabolik Di Usia Dewasa

Valensia Arita Putri, - (2022) Hubungan Antara Gaya Hidup Anak Usia 6-12 Tahun Dengan Obesitas Sebagai Faktor Resiko Munculnya Sindroma Metabolik Di Usia Dewasa. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
011911133045 HALAMAN I.pdf

Download (331kB)
[img] Text (BAB I)
011911133045 BAB I.pdf

Download (51kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011911133045.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Obesitas adalah gangguan multifaktorial yang ditandai dengan penumpukan lemak yang berlebihan di dalam tubuh. Obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit dan dapat berkembang menjadi sindrom metabolik pada usia dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah asupan karbohidrat, protein, lemak, serat dan aktivitas fisik mempengaruhi angka obesitas pada anak usia sekolah serta menganalisis faktor mana yang lebih dominan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dan studi potong lintang pada 92 siswa usia 6-12 tahun di SDN Banyu Urip III/364 Kecamatan Sawahan Kota Surabaya tahun 2022. Hasil: Prevalensi obesitas di sekolah ini sebesar 19,57%. Mayoritas responden memiliki asupan karbohidrat, protein dan lemak yang tinggi serta asupan serat yang rendah. Setengah dari responden melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi. Dari hasil analisis terdapat hubungan antara asupan karbohidrat (p=0,045), asupan lemak (p=0,013), asupan serat (p=0,010), dan aktivitas fisik (p=0,000) dengan obesitas. Namun tidak ada hubungan antara asupan protein (p=0,264) dengan obesitas. Aktivitas fisik lebih dominan dengan kejadian obesitas pada penelitian ini. Karbohidrat dan lemak merupakan sumber energi tubuh dan kelebihan nutrisi akan disimpan sebagai lemak. Protein pada anak usia sekolah lebih berkaitan dengan indeks massa bebas lemak (FFMI) sehingga ada kesan peningkatan berat badan. Serat berhubungan dengan kadar lipid darah yang berhubungan dengan kesehatan kardiometabolik tubuh. Aktivitas fisik adalah komponen utama dari pengeluaran energi yang terkendali. Aktivitas fisik yang kurang akan membuat kelebihan energi disimpan sebagai lemak. Kesimpulannya, untuk memperoleh status gizi normal dan mengurangi risiko berbagai penyakit metabolik akibat obesitas di usia muda, diperlukan kombinasi antara aktivitas fisik dan pola makan yang seimbang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 149 - 23 VAL h
Uncontrolled Keywords: School-Age Children, Nutritional Status, Obesity, Macronutrients, Carbohydrates, Protein, Fat, Fiber, Physical Activity
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
Valensia Arita Putri, -NIM011911133045
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 18 Aug 2026 00:52
Last Modified: 18 Aug 2026 00:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144722
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item