Manuel Raynaldy Sihombing, - (2022) Pengaruh Negative Air Pressure Room Rskgmp Universitas Airlangga Terhadap Pola Sebaran Aerosol Saat Prosedur Perawatan Gigi Dengan Menggunakan Ultrasonic Device. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021811133121_HALAMAN JUDUL.pdf Download (509kB) |
|
|
Text (BAB I)
021811133121_BAB I.pdf Download (100kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021811133121_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Ultrasonic device merupakan salah satu alat yang digunakan dalam bidang konservasi gigi untuk melakukan preparasi biomekanik saluran akar gigi dan pembersihan kavitas jaringan keras gigi sebagai persiapan prosedur penumpatan serta prosedur tissue management. Ultrasonic device yang digunakan dokter gigi bekerja bersamaan dengan air mengalir akan menghasilkanaerosol. Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang dokter gigi menempati salah satu pekerjaan dengan risiko tinggi untuk terinfeksi melalui sebaran aerosol yang dihasilkan dari prosedur perawatan gigi. Untuk itu WHO menetapkan prosedur pengendalian aerosol pada ruang perawatan gigi dengan menggunakan negative air pressure room. Namun efektifitas penggunaan negative air pressure room terhadap pengendalian aerosol masih belum jelas sampai saat ini. Hal itu dikarenakan aerosol mudah bertahan dalam waktu yang relatif lama di udara yang terpapar. Sehingga perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh negative air pressure room terhadap pola sebaran aerosol. Tujuan: Untuk menjelaskan pengaruh negative air pressure room RSKGMP Universitas Airlangga terhadap pola sebaran aerosol saat prosedur perawatan gigi dengan menggunakan ultrasonic device. Metode: Pipa paralon sepanjang 30 cm diletakkan di head rest pada dental unit pada arah jarum jam 12, 2, 4, 6, 8, dan 10 dengan masing - masing pipa ditempelkan cellulose filter paper pada radius 30 cm. Fluorescein 1g dan aquades 1L dicampurkan sebagai cairan pendingin untuk ultrasonic device. Irigasi saluran akar dilakukan dengan ultrasonic device pada gigi 11 dengan posisi operator pada zona jam 9. Luas permukaan aerosol pada cellulose filter paper dihitung menggunakan Image-J Software untuk melihat perbedaan jumlah dan pola sebaran aerosol negative air pressure room dan normal air pressure room. Hasil: Terdapat perbedaan jumlah dan pola sebaran aerosol di negative air pressure room dan normal air pressure room. Kesimpulan: Terdapat pengaruh negative air pressure room terhadap pola sebaran aerosol saat prosedur perawatan gigi dengan menggunakan ultrasonic device.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG.153/22 Man p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pola Sebaran Aerosol, Ultrasonic Device, Negative Air Pressure Room, Covid-19 | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | sugiati | |||||||||
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 01:20 | |||||||||
| Last Modified: | 18 Aug 2026 01:20 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144735 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


