Analisis Profil Trauma pada Korban Dugaan Pembunuhan di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Dr. Soetomo Surabaya Di Masa Pandemi COVID-19

Ichsan, - (2022) Analisis Profil Trauma pada Korban Dugaan Pembunuhan di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Dr. Soetomo Surabaya Di Masa Pandemi COVID-19. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
012015653101 HALAMAN I.pdf

Download (287kB)
[img] Text (BAB I)
012015653101 BAB I.pdf

Download (35kB)
[img] Text (FULL TEXT)
012015653101.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Pembunuhan merupakan suatu kejahatan terhadap nyawa. Perlukaan yang didapati pada korban pembunuhan merupakan suatu petunjuk yang sangat penting dalam kedokteran forensik untuk mengungkap suatu kejahatan. Di Indonesia, tidak banyak penelitian mengenai profil trauma yang spesifik pada kasus pembunuhan. Oleh karena itu kami melakukan penelitian ini untuk memberikan gambaran terkait profil trauma pada korban dugaan pembunuhan di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Dr. Soetomo Surabaya di Masa Pandemi COVID-19. Pada penelitian ini didapatkan 34 korban dengan visum et repertum dimana hanya 11 korban yang dilakukan pemeriksaan luar dan dalam sementara sisanya hanya dilakukan pemeriksaan luar saja. Pada penelitian ini didapatkan bahwa jenis kelamin didominasi oleh laki-laki (76,47%). Kelompok usia terbanyak adalah usia 21-30 tahun (26,47%) dan 31-40 tahun (26,47%). Jenis luka terbanyak yang didapati adalah luka lecet (109%) dan paling sedikit adalah luka bakar (0,47%). Regio dengan luka terbanyak adalah regio 1 (kepala, leher) (34,43%) dan regio 2 (dada, punggung atas) (34,43%). Rentang jumlah luka terbanyak adalah yang dengan jumlah luka >10 (44,12%). Sebab kematian terbanyak adalah akibat kekerasan tajam (54,54%). Mekanisme kematian terbanyak adalah akibat perdarahan (54,54%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah korban terbanyak adalah laki-laki. Kelompok usia terbanyak adalah usia 21-30 tahun dan 31-40 tahun. Jenis luka terbanyak adalah luka lecet. Regio dengan luka terbanyak adalah regio kepala-leher, dan dada-punggung atas. Korban dengan jumlah luka >10 didapatkan paling banyak. Kekerasan tajam menjadi sebab kematian terbanyak. Mekanisme kematian terbanyak adalah akibat perdarahan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 156 - 23 ICH a
Uncontrolled Keywords: COVID-19, Murder, Trauma
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1001-1171 Forensic medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine
Creators:
CreatorsNIM
Ichsan, -NIM011911133138
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 18 Aug 2026 05:21
Last Modified: 18 Aug 2026 05:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144783
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item