Analisis Integrasi Ekonomi dan Studi Pembentukan Currency Union di Asia Timur

LAPIPI (2022) Analisis Integrasi Ekonomi dan Studi Pembentukan Currency Union di Asia Timur. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
041517037303_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
041517037303_BAB I.pdf

Download (615kB)
[img] Text (FULLTEXT)
041517037303_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perekonomian negara-negara di Kawasan Asia Timur telah terjadi fluktuasi baik pada saat terjadi pertumbuhan ekonomi yang lama dan pesat yang hampir terjadi pada semua negara pada dekade 90-an maupun terjadinya krisis ekonomi yang menyebar pada hampir semua negara melalui contagion effect pada tahun 1997 dan 2008. Keseragaman fluktuasi ekonomi ini mengindikasikan bahwa negara-negara di Asia timur memiliki karakteristik ekonomi yang serupa dan kesamaan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kemungkinan pembentukan currency union di Asia Tmur melalui pendekatan kriteria sinkronisasi siklus bisnis, korelasi shocks dan global spillover. Permasalahan yang dijawab dalam penelitian ini adalah apakah ekonomi negara-negara Asia Tmur telah terjadi sinkronisasi business cycle dan bagaimana korelasi shock pada perekonomian negara-negara Asia Tumur, serta bagaimana dampak spillover global terhadap ekonomi negara-negara Asia Timur. Secara khusus terdapat tiga temuan yang dapat disimpulkan dari peneltian ini. Pertama, Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pergerakan siklus bisnis di Kawasan Asia Timur baik menurut region maupun menurut masing-masing negara belum sepenuhnya sinkron dan masih ada beberapa perbedaan. Namun sebagian besar siklus bisnis di Asia Timur sudah searah atau sinkron. Dengan demikian maka belum memenuhi syarat sepenuhnya untuk pembentukan currency union seperti yang syaratkan oleh Mundel (1961) bahwa untuk pembentukan optimal currency area, Kedua, Studi ini memberikan bukti empiris bahwa pergerakan peekonomian di Kawasan Asia Timur belum menunjukkan korelasi yang tinngi dan belum sepenuhnya serupa dalam merespon shock yang terjadi yang besumber dari dalam kawasan Asia Timur. Namun sebahagian besar sudah serupa dan memiliki korelasi yang tinggi baik korelasi secara regional maupun korelasi masing-masing negara. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa belum sepenuhnya memenuhi syarat pembenukan cureny union di Asia Timur. Ketiga, Penelitian ini menemukan bukti empiris bahwa analisis melalui chanel IHK, indeks pekerja sipil dan nilai tukar memberikan bukti empiris bahwa perubahan shock global berupa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat telah memberikan dampak spillover yang seragam dan serupa pada perekonomian negara-negara di Kawasan Asia Timur. Sementara analisis pada chanel produksi indudutri, retail sales, pertumbuhan ekonomi dan suku bunga memberikan bukti empiris pada dampak spillover terhadap negara-negara di Kawasan Asia Timur belum serupa. Dampak spillover perubahan kebijakan moneter berupa kenaikan the Fed terhadap perekonomian negara-negara di Kawasan Asia Timur yang dianalisis secara region, masih belum sepenuhnya memberikan respon yang serupa dan menunjukkan korelasi shock yang sepenuhnya belum serupa. Korelasi shock yang serupa baru ditunjukkan analisis secara parsial melalui channel suku bunga domestik, pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, penjualan retail dan indeks harga konsumen. Sementara pada analisis chanel produksi industri dan indeks pekerja sipil masih memberikan respon yang beragam. Temuan empiris dampak spillover perubahan global shock melalui kenaikan oil price terhadap perekonomian negara-negara di Kawasan Asia Timur yang dianalisis secara region, masih belum sepenuhnya memberikan respon yang serupa dan menunjukkan korelasi shock yang sepenuhnya belum serupa. Secara parsial korelasi shock yang serupa baru ditunjukkan analisis melalui channel indeks harga konsumen, indeks employment, suku bunga domestik, pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar. Sementara pada analisis chanel produksi industri dan indeks pekerja sipil masih memberikan respon yang beragam. Keempat, Dalam studi ini memberikan bukti empiris bahwa pembentukan currency union di Asia Timur belum memenuhi kriteria sepenuhnya dari sisi korelasi shock yang positif baik internal shock maupun global shock dan belum serupa dalam sinkronisasi siklus bisnis seperti yang disarankan oleh Mundel (1961).

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 D.FEB 04 - 23 Lap a
Uncontrolled Keywords: Currency Union, Sincronization of Business Cycle, Correlation of Shocks and Global Spillover
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions > HC10-1085 Economic history and conditions
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Doktoral Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsNIM
LAPIPINIM041517037303
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorROSSANTO DWI HANDOYONIDN197608242003121001
Thesis advisorPERRY WARJIYONIDN19590225
Thesis advisorSOLIKIN M JUHRONIDN197001012021004073
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 19 Aug 2026 02:14
Last Modified: 19 Aug 2026 02:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144828
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item