Pengaruh Bawang Putih (Allium sativum) Terhadap Daya Hambat Bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp. pada Tahu Putih

RAFLY ILHAM RASYIDI WIBOWO, - (2022) Pengaruh Bawang Putih (Allium sativum) Terhadap Daya Hambat Bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp. pada Tahu Putih. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
011911133058 HALAMAN I.pdf

Download (578kB)
[img] Text (BAB I)
011911133058 BAB I.pdf

Download (49kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011911133058.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Pendahuluan : Tahu putih terbuat dari biji kedelai yang memiliki kandungan protein tinggi sebesar 7,06 g dalam 100 g tahu menurut USDA (United States Department of Agriculture) dan kadar air 84-88%. Sifat tahu yang tinggi kadar air dan protein merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri (Ratna et al., 2013). Beberapa bakteri seperti Escherichia coli dan Salmonella sp. dapat menyebabkan pembusukan pada tahu putih (Ratna et al., 2013; Verawati et al., 2019). Sifat tahu putih tinggi protein yang mempunyai lama penyimpanan pendek tersebut memerlukan bahan pengawet untuk menghambat proses pembusukan sehingga dapat memperpanjang lama penyimpanan (Sudirman, 2012). Salah satu bahan alami yang dapat memiliki kemampuan antibakteri adalah bawang putih (Allium sativum). Senyawa allicin merupakan senyawa paling poten yang terkandung dalam bawang putih (Allium sativum) yang memiliki kemampuan antibakteri dan jamur (Atmadja, 1997). Dengan demikian, bawang putih (Allium sativum) dapat berperan sebagai pengawet tahu putih. (Agustina, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi bawang putih (Allium sativum) terhadap daya hambat bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp. pada tahu putih pada suhu kamar dan lemari pendingin. Metode : Studi ini merupakan eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian rancangan acak lengkap. Data diperoleh dengan menghitung jumlah koloni bakteri menggunakan metode SPC. Data akan dianalisis dengan metode dekskriptif. Hasil Penelitian : Tidak didapatkan koloni yang sesuai dengan karakteristik Salmonella sp. dari jam ke-0 hingga jam ke-72 pada seluruh sampel yang diinokulasikan pada Salmonella Shigella Agar dan telah melalui uji TSI & uji biokimia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak tampak pengaruh perbedaan konsentrasi air rendaman bawang putih (Allium sativum) dan suhu penyimpanan terhadap pertumbuhan koloni Salmonella sp.. Sedangkan pada sampel yang diinokulasikan pada EMB agar, masih ditemukan koloni dengan karakteristik yang sesuai dengan koloni Escherichia coli. Terutama mulai pada jam ke-48 penyimpanan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perbedaan konsentrasi air rendaman bawang putih (Allium sativum) dan suhu penyimpanan pada jam ke-0 hingga jam ke-48 terhadap pertumbuhan koloni Escherichia coli yang ditandai dengan tidak tumbuhnya koloni Escherichia coli pada EMB agar. Kesimpulan : Terdapat pengaruh air rendaman bawang putih (Allium sativum) terhadap daya hambat bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp. pada tahu putih. Kata kunci : Bawang putih, Allium sativum, daya hambat, Escherichia coli, Salmonella sp., tahu putih

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 116 - 23 Raf p
Uncontrolled Keywords: Garlic, Allium sativum, inhibitory power, Escherichia coli, Salmonella sp., white tofu
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
RAFLY ILHAM RASYIDI WIBOWO, -NIM011911133058
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorWIWIN RETNOWATI, -NIP196804091999032001
Thesis advisorNURMAWATI FATIMAH, -NIP198008172008012016
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 20 Aug 2026 06:08
Last Modified: 20 Aug 2026 06:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144865
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item