Achmad Yudi Arifiyanto (2022) Kendali Mutu Dan Kendali Biaya Pelayanan Pasien JKN Berdasarkan Utilization Review, Audit Clinical Pathway Dan Analisis Tarif Rumah Sakit (Studi Di RSU Anwar Medika Sidoarjo). Thesis thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
102014453007_HALAMAN JUDUL.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
102014453007_BAB I.pdf Download (205kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
102014453007_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (15MB) | Request a copy |
Abstract
Nilai selisih tarif Indonesian Case Based Group (INA-CBG) dengan tarif RSU Anwar Medika dari tahun 2018 ke tahun 2021 mengalami peningkatan. Pada tahun 2021 nilai selisihnya mencapai -Rp 787.099.699. Faktor yang mempengaruhi selisih negatif antara lain utilization review dan audit clinical pathway yang tidak rutin dilakukan serta tarif rumah sakit lebih tinggi dari tarif INA-CBG. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk kendali mutu dan kendali biaya pelayanan pasien untuk jaminan kesehatan nasional berdasarkan utilization review, audit clinical pathway dan analisis tarif rumah sakit. Penelitian ini merupakan action research dengan melakukan intervensi berupa kebijakan pelayanan pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), clinical pathway baru dan simulasi perbaikan tarif. Populasi dalam penelitian ini adalah 10 besar kode Case Based Group (CBG) dengan selisih negatif terbesar antara tarif INA-CBG dengan tarif rumah sakit sebanyak 1.985 rekam medis. Sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus proporsi binomunal dengan teknik simple random sampling sebanyak 1.099 rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat inefisiensi setelah dilakukan utilization review dan audit clinical pathway. Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya ketidaksesuaian antara pemeriksaan penunjang, pemberian obat dan bahan medis habis pakai dengan standar yang ditetapkan dalam pedoman praktik klinik dan clinical pathway. Nilai varian dalam manajemen pasien juga tinggi. Selain itu, hasil penghitungan biaya satuan menunjukkan bahwa tarif rumah sakit terlalu tinggi dibandingkan dengan unit cost. Intervensi dilakukan dengan membuat kebijakan pelayanan pasien untuk jaminan kesehatan nasional dan jalur klinis baru serta simulasi perbaikan tarif. Pemantauan dan evaluasi dilakukan selama intervensi. Selisih tarif INA-CBG dengan tarif rumah sakit pasca intervensi adalah -Rp 376.269.595. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kendali mutu dan kendali biaya pelayanan pasien JKN berdasarkan utilization review, audit clinical pathway dan analisis tarif rumah sakit mampu menurunkan selisih negatif antara tarif INA-CBG dengan tarif rumah sakit.
Actions (login required)
![]() |
View Item |


