AGUNG DEWI SEKAR LANGIT PARTHA (2022) PERBANDINGAN PROFIL PASIEN KANDIDEMIA DENGAN DAN TANPA COVID-19 DI RSUD DR SOETOMO. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011918226301_HALAMAN JUDUL.pdf Download (12MB) |
|
|
Text (BAB I)
011918226301_BAB I.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011918226301_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah menimbulkan berbagai permasalahan terutama di bidang kesehatan. Salah satunya yaitu kandidemia yang telah dikaitkan dengan pasien COVID-19 derajat berat yang dirawat di ruang intensif. Beberapa faktor risiko untuk terjadinya COVID-19 berat memiliki kesamaan dengan kandidemia yaitu usia lanjut, keganasan, obesitas, kondisi imunodefisiensi, dan penyakit kronis termasuk diabetes. Objektif: Untuk membandingkan karakteristik pasien kandidemia dengan dan tanpa COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan studi retrospektif menggunakan data pasien RSUD Dr Soetomo pada tahun 2020-2021 Hasil: Terdapat total 131 subjek penelitian, 23 subjek dengan COVID-19 dan 108 subjek tanpa COVID-19. Kasus kandidemia dengan COVID-19 paling banyak berada pada kelompok umur 45-64 tahun (56,5%). Kasus kandidemia dengan COVID-19 memiliki angka diabetes (60,9%, p=0,00), penyakit paru (87%, p=0,00), obesitas (34,8%, p=0,00), dan penggunaan kateter urin (69,6%, p=0,00) yang lebih tinggi. Sedangkan kasus tanpa COVID-19 memiliki angka keganasan (21,3%, p=0,01), penyakit gastrointestinal (47,2%, p=0,00), riwayat rawat inap (18,5%, p=0,02), dan pembedahan (31,5%, p=0,01) yang lebih tinggi. Sebagai penyebab kandidemia pada kasus dengan COVID-19 lebih banyak ditemukan Candida non-albicans (91,3%, p=0,03), di antaranya adalah C. krusei (8,7%, p=0,03) dan C. duobushaemulonii (13%, p=0,01). Pada kandidemia tanpa COVID-19, penyebab kandidemia terbanyak yaitu C. albicans (31,4%, p=0,03). Angka sensitivitas antijamur flukonazol (80,6 v 56,5, p=0,01), kaspofungin (82,4 v 60,9, p=0,04), amfoterisin B (90,7 v 78,3, p=0,03) dan flusitosin (92,6 v 73,9, p=0,00) lebih tinggi pada pasien kandidemia tanpa COVID-19. Analisis multivariat menemukan bahwa penyakit kardiovaskular, dirawat di ruang intensif, tidak menggunakan antijamur, dan penurunan neutrofil sebagai prediktor kematian pada pasien kandidemia. Kesimpulan: Pasien kandidemia dengan dan tanpa COVID-19, lebih sedikit memiliki faktor risiko beberapa penyakit penyerta, riwayat pembedahan, dan spesies penyebab kandidemianya memiliki sensitivitas yang lebih rendah.
| Item Type: | Thesis (Other) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.MK 02 - 23 Agu p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Candidemia; Candida sp.; COVID-19 | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Mikrobiologi Klinik | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 01:43 | |||||||||
| Last Modified: | 21 Aug 2026 01:43 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144925 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


